Seorang pengunjung tengah melihat karya yang dipamerkan di Monumen Pers Nasional. (Foto: Dok. solotrust.com/Miftah Nur Faizin)
SOLO, solotrust.com – Monumen Pers Nasional (MPN) Solo menggelar serangkaian kegiatan edukasi dan pameran sejarah pers Indonesia pekan ini. Kegiatan dalam rangka melestarikan warisan jurnalistik dan meningkatkan literasi media ini diikuti pelajar dan mahasiswa.
Pameran Sejarah Pers dan Edukasi Media
Kegiatan utama yang diselenggarakan adalah pameran koleksi arsip media cetak kuno, perangkat redaksi bersejarah, serta dokumentasi perjalanan pers dari era kolonial hingga digital.
Panitia pelaksana kegiatan menjelaskan, rangkaian acara ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap literasi media. Selain itu juga melestarikan sejarah pemberitaan nasional, menjadikan MPN sebagai pusat pembelajaran relevan di tengah pesatnya arus informasi.
Pelajar, mahasiswa, dan peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, terutama generasi muda. Kegiatan ini juga melibatkan tim konservasi MPN yang menunjukkan secara langsung proses restorasi arsip berbagai dokumen lama secara profesional, memastikan materi sejarah dapat terus diakses untuk penelitian.
Pengawas Monumen Pers Nasional, Alana Putri, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah menjadikan MPN bukan hanya situs sejarah, namun pusat dialog dan pembelajaran media secara aktif.
"Di era tantangan misinformasi, edukasi tentang media tidak bisa diabaikan," ujarnya.
Monumen Pers Nasional berlokasi di Jalan Gajah Mada No.59, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah. Monumen ini memiliki nilai historis penting sebagai salah satu pusat dokumentasi pers tertua di Asia Tenggara.
Monumen Pers Nasional beroperasi Senin hingga Sabtu pukul 09.00–15.00 WIB. MPN didirikan sejak 1978 sebagai pusat dokumentasi dan pelestarian karya jurnalistik nasional.
Monumen Pers Nasional menyimpan ribuan arsip koran, majalah, foto jurnalistik, dan naskah berita dari berbagai era. Upaya pelestarian ini penting untuk memperkuat apresiasi masyarakat terhadap dunia pers Tanah Air.
Kunjungan, Pameran, dan Demonstrasi Restorasi
Para peserta diajak berinteraksi langsung dengan koleksi, mulai dari melihat arsip hingga menyaksikan demonstrasi proses restorasi dokumen. Seorang pengunjung, Naufal Rizky, menyatakan, Monumen Pers Nasional memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga.
"Kami bisa melihat wujud asli perangkat redaksi kuno dan merasakan langsung perjalanan pers, sesuatu yang sulit didapatkan hanya dari buku atau ruang kelas,” bilangnya.
Melalui kegiatan ini, Solo memperkuat posisinya sebagai kota yang peduli terhadap sejarah, budaya, dan perkembangan jurnalistik Indonesia.
*) Reporter: Annisa Luthfi Afifah/Shintia Maharani
