Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana

JAKARTA, solotrust.com- Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi pada penyelenggaraan Travel Meet Asia 2026, di Jakarta pada Selasa (23/6/2026).

Menpar menyebut pariwisata merupakan salah sektor paling dinamis di dunia. Menurut UN Tourism (Organisasi Pariwisata Dunia), kedatangan wisatawan internasional mencapai 1,52 miliar secara global pada tahun 2025, yang menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, sektor pariwisata Indonesia tumbuh dengan kecepatan yang jauh di atas rata-rata global, mencatat peningkatan sebesar 10,8 persen dalam kedatangan wisatawan mancanegara pada tahun 2025.

Di tahun yang sama, pariwisata Indonesia menghasilkan devisa sebesar 18,27 miliar Dolar Amerika. Sektor ini juga menyerap 25,9 juta lapangan kerja, serta menjadi salah satu sektor penghasil lapangan kerja terbesar di Indonesia.

 

Pariwisata pun tetap menjadi sektor yang inklusif dengan melibatkan partispasi masyarakat luas, termasuk UMKM, perempuan, dan pemuda. Saat ini pariwisata mampu memperkuat mata pencaharian, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendorong komunitas dan masyarakat lokal untuk melestarikan alam dan budaya di lebih dari 6.200 desa wisata Indonesia.

Dengan potensi pariwisata yang besar, Indonesia menawarkan peluang luas untuk bisnis, kemitraan, dan investasi. Peluang tersebut ditemukan di berbagai segmen pariwisata, termasuk gastronomi, kebugaran (wellness), bahari, budaya, petualangan, dan MICE.

 “Keragaman penawaran ini menciptakan potensi signifikan. Tidak hanya peluang investasi dalam infrastruktur dan layanan pariwisata, tetapi juga pengembangan produk dan paket perjalanan yang inovatif, bernilai tinggi, serta sesuai dengan tren global dan permintaan pasar yang terus berkembang,” ujar Menteri Pariwisata.

Pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan pariwisata berkualitas, yang tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Indonesia 2025–2029 untuk mempercepat pengembangan destinasi dan memperkuat ekosistem pariwisata.