Ilustrasi (Foto: Pixabay/Hermann)
KARANGANYAR, solotrust.com - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap Yasid Ahmad Firdaus, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, resmi dihentikan setelah berlangsung selama 13 hari tanpa hasil. Adapun hingga penutupan operasi, pemuda 26 tahun yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, belum ditemukan.
Yasid Ahmad Firdaus dilaporkan hilang sejak 18 Januari 2026 saat melakukan pendakian di Bukit Mongkrang. Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta bersama tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian secara intensif di medan yang dikenal terjal dan berisiko tinggi.
Kasubsie Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, mengatakan pencarian terakhir dilakukan pada hari ke-13, Sabtu (31/01/2026), melibatkan 270 personel. Ratusan personel ini dibagi ke dalam 16 Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik krusial.
“Penyisiran dilakukan dari puncak hingga pos loket dengan menyusuri sisi kanan dan kiri jalur pendakian. Selain itu, tim juga melakukan pencarian di area bawah Tapak Nogo, termasuk jurang dengan kedalaman sekira 200 meter serta alur sungai di sisi Barat,” kata Basuki, dikutip dari sebuah sumber.
Dalam operasi ini, tim SAR juga mengerahkan drone untuk memantau area sulit dijangkau secara manual. Kendati demikian, hingga sore hari tak ditemukan tanda-tanda keberadaan Yasid Ahmad Firdaus.
Basuki menjelaskan, operasi SAR telah diperpanjang sebanyak dua kali sesuai prosedur. Karena tak ditemukan petunjuk baru sejak hari pertama pencarian, tim memutuskan menghentikan operasi.
“Selama pelaksanaan pencarian tidak ditemukan jejak survivor. Oleh karena itu, operasi SAR resmi dihentikan,” bilangnya.
Kendati demikian, Basuki menyatakan operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda atau informasi baru terkait keberadaan korban. Ia juga menyampaikan, pihak keluarga diperbolehkan melakukan pencarian mandiri dengan tetap berkoordinasi bersama pengelola basecamp dan tim SAR setempat.
Pihak SAR mengimbau para pendaki untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan dan melaporkan rencana pendakian guna meminimalkan risiko kejadian serupa. (Mutiara Agustina)
*) Berbagai Sumber
