Embung Doho di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri menjadi pusat ekowisata serta sentra UMKM

WONOGIRI, solotrust.com – Embung Doho di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, terus melakukan transformasi signifikan. Memasuki usianya yang kedelapan sejak kali pertama dibangun, embung ini tak lagi sekadar menjadi solusi irigasi, namun kini diperluas manfaatnya menjadi pusat ekowisata serta sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 
 
​Perluasan manfaat tersebut ditandai dengan peresmian Taman Kuliner Embung Doho oleh Triyono Prijosoesilo, Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia sekaligus Ketua Coca-Cola Foundation Indonesia pada Rabu (07/10/2026) Sore. Acara peresmian ini juga disaksikan langsung Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Kabupaten Wonogiri, Joko Purwidyatmo. 
 
​Embung seluas 1,5 hektare dengan kapasitas air mencapai 15.872 meter kubik ini memiliki sejarah panjang. Fasilitas penampungan air ini awalnya dibangun karena lahan persawahan di kawasan tersebut kerap berstatus 'bero' atau sama sekali tak bisa ditanami akibat krisis air saat kemarau. 
 
​"Embung, dari sisi Coca-Cola, Coca-Cola Foundation Indonesia, ini adalah embung pertama yang kami bangun di Indonesia pada waktu itu," kenang Triyono Prijosoesilo, menceritakan rekam jejak pembangunan fasilitas tersebut. 
 
 
​Kini, embung tersebut sukses memberikan dampak ekonomi ganda. Mewakili Bupati Wonogiri, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Kabupaten Wonogiri, Joko Purwidyatmo mengapresiasi perkembangan pesat di kawasan Giriwoyo tersebut.
 
​"Dampak positif pembangunan embung seluas 1,5 hektare ini yang utama adalah mampu menghadirkan fasilitas irigasi dan ketahanan ketersediaan air untuk budidaya pertanian, yang kemudian ternyata juga berkembang menjadi salah satu wisata masyarakat lokal dan sekitarnya," papar Joko Purwidyatmo. 
 
​​Menariknya, pengembangan terbaru Embung Doho tak hanya berfokus pada ekonomi, namun juga efisiensi energi berkelanjutan. Kawasan wisata dan irigasi ini kini telah ditopang teknologi panel surya ramah lingkungan. 
 
​"Sebagai bagian dari pengembangan yang lebih baru, kami mendukung instalasi panel surya untuk pemompaan airnya sehingga bisa nanti dialirkan ke kebun-kebun, dan juga di sebelah kirinya terkait dengan panel surya dari sisi pemanfaatan untuk taman kuliner," pungkas Joko Purwidyatmo.
 
Langkah kolaboratif ini diharapkan terus menjadikan Embung Doho sebagai role model (percontohan) pengelolaan sumber daya air yang tidak hanya memajukan sektor pertanian, namun juga mampu menyejahterakan masyarakat melalui ekowisata mandiri.