Komunitas Tindak Ziarah dari Gereja Santo Paulus Pringgolayan (GSPP), Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar kegiatan ziarah rohani dengan berjalan kaki lintas wilayah. (Foto: Dok. Istimewa)

BANTUL, solotrust.com - Komunitas Tindak Ziarah dari Gereja Santo Paulus Pringgolayan (GSPP), Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar kegiatan ziarah rohani dengan berjalan kaki lintas wilayah sejak Februari 2026. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan iman, sekaligus kebugaran jasmani bagi para peserta.

Kegiatan berpusat di Jalan Wulung No.8 Pringgolayan, Banguntapan ini telah menempuh tiga rute ziarah. Pertama, menuju Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran sejauh 21 kilometer pada 7 Februari 2026 diikuti 40 peserta. Kedua, menuju Gua Maria Sendang Sriningsih, Klaten, sejauh 23 kilometer pada 8 Maret 2026 dengan 35 peserta. Ketiga, menuju Taman Doa Maria Oblat, Sleman, sejauh 12 kilometer pada 12 April 2026 diikuti 54 peserta.

Agenda berikutnya, komunitas ini dijadwalkan melaksanakan ziarah menuju Taman Doa Wajah Kerahiman Ilahi, Pajangan, Bantul, pada Mei 2026 dengan jarak tempuh 20 kilometer. Ketua Komunitas Tindak Ziarah GSPP, Marcellus David, mengatakan kegiatan ini terbuka bagi seluruh umat Katolik dari berbagai daerah. Ia menyebut, kegiatan tindak ziarah akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada pekan kedua.

“Kegiatan ini kami buka untuk siapa saja umat Katolik. Harapannya ini menjadi ruang bersama untuk bertumbuh dalam iman, sekaligus membangun kebersamaan,” kata Marcellus David dalam siaran pers diterima solotrust.com, Selasa (14/04/2026).

Komunitas Tindak Ziarah dibentuk atas inisiatif tiga umat, yakni Ign Herwan Soewandono, T Rewang Sanyata, dan FG Sri Suratno, terinspirasi dari komunitas peziarah sebelumnya. Tercatat hingga awal April 2026, jumlah anggota mencapai 85 orang, terdiri atas kalangan lanjut usia (Lansia), dewasa, hingga kaum muda.

Setiap kegiatan diawali dari halaman Gereja Santo Paulus Pringgolayan dan berakhir di lokasi tujuan dengan doa Rosario bersama sebagai ungkapan syukur. Dalam setiap perjalanan, peserta menghadapi berbagai tantangan seperti kelelahan dan lecet pada kaki. Kendati demikian, semangat kebersamaan dan saling mendukung menjadi kekuatan utama hingga seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan.

Kegiatan ini juga didukung berbagai pihak, antara lain tim kesehatan dan ambulans, relawan rute dan motoris, dokumentasi OMK serta para donatur. Selain itu, masyarakat ditemui sepanjang perjalanan turut memberikan dukungan moral kepada para peserta.

Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, serta kebersihan selama perjalanan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Melalui  kegiatan ini, Komunitas Tindak Ziarah GSPP diharapkan dapat terus menjadi sarana pengembangan iman, kesehatan, serta mempererat persaudaraan umat lintas daerah dan lintas generasi.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui akun Instagram @komunitastindakziarah_gspp yang menyediakan tautan menuju grup WhatsApp komunitas.