Aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Plupuh I Sragen
SRAGEN, solotrust.com – Upaya penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC) terus dilakukan tenaga kesehatan di Kabupaten Sragen. Salah satunya melalui inovasi digagas Puskesmas Plupuh I bertajuk 'TEJA CEDHAK TEMAN TBC' (Temukan Gejala, Cek Dahak, Tes Mantoux TBC).
Inovasi tersebut dipaparkan langsung Kepala Puskesmas Plupuh I, Movira Wuryanti Waardahni, sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi program kesehatan. Program ini dirancang untuk mempercepat penemuan kasus, sekaligus memperkuat penanggulangan penyakit TBC di wilayah kerja Puskesmas Plupuh I, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Program Cedhak Teman TBC memiliki makna pendekatan lebih dekat kepada masyarakat. Melalui program ini, petugas kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, namun aktif melakukan jemput bola ke desa-desa untuk kegiatan skrining dan deteksi dini penyakit TBC.
Beberapa langkah strategis dalam inovasi ini, antara lain melakukan penemuan gejala TBC di masyarakat, pemeriksaan cek dahak, serta Tes Mantoux khususnya pada anak-anak atau kontak erat pasien TBC. Selain itu, program ini juga melibatkan kader kesehatan desa untuk membantu pemantauan pasien serta memastikan kepatuhan dalam menjalani pengobatan.
Menurut Movira Wuryanti Waardahni, peran kader kesehatan menjadi sangat penting dalam upaya ini. Para kader dilatih untuk memahami faktor risiko, mengenali tanda dan gejala TBC, serta mampu merujuk masyarakat yang diduga terpapar TBC untuk melakukan pemeriksaan di puskesmas.
“Dengan adanya kader kesehatan yang aktif di masyarakat, penemuan suspek TBC bisa lebih cepat sehingga pasien mendapatkan penanganan lebih awal dan peluang kesembuhan semakin besar,” jelasnya.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam penanggulangan TBC, seperti tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis serta berbagai regulasi turunan di tingkat daerah.
Data menunjukkan inovasi ini mulai memberikan dampak positif. Pada 2024 tercatat sebanyak 281 suspek TBC dengan 36 kasus TBC positif menjalani pengobatan. Sementara pada 2025 jumlah suspek meningkat menjadi 294 orang dengan 55 kasus TBC positif sedang menjalani pengobatan.
Peningkatan ini menunjukkan deteksi dini semakin efektif, sehingga lebih banyak pasien dapat ditemukan dan ditangani sejak awal. Melalui inovasi TEJA CEDHAK TEMAN TBC, Puskesmas Plupuh I berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit TBC semakin meningkat, sekaligus mempercepat upaya pencegahan penyebaran penyakit menular tersebut.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperkuat peran kader kesehatan desa, serta mendukung target eliminasi TBC di Kabupaten Sragen.
