Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendampingi Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor saat kunjungan kerja di SPPG Sondakan 1 Solo, Minggu (08/02/10). Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam memastikan kualitas dan keamanan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Dok. Istimewa)

SOLO, solotrust.com - Wali Kota Solo, Respati Ardi menegaskan komitmen pemerintah kota (Pemkot) dalam memastikan kualitas dan keamanan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan ketat dilakukan mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat, demi mempertahankan target zero accident.

Respati Ardi mengatakan, setiap tahapan pengelolaan makanan diperiksa secara detail. Bahkan penggunaan bahan pelengkap seperti saus instan hingga kesiapan armada distribusi turut diawasi secara menyeluruh oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG Solo.

Selain itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispangtan) Kota Solo rutin melakukan pengambilan sampel makanan menggunakan mobil laboratorium kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) UPT Puskeswan. Pemeriksaan dilakukan sejak dini hari sebelum makanan didistribusikan.

“Sampai detail, bahkan penggunaan saus instan, armada, dan lain lain kami cek. Mobil dari Dispangtan setiap subuh keliling untuk pengambilan sampel laboratorium. Kota Solo tetap berkomitmen menjalankan MBG dengan zero accident,” papar Respati Ardi saat mendampingi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor dalam kunjungan kerja di SPPG Sondakan 1 Solo.

Wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Raditya Bhakti Nusantara Solo selaku pengelola SPPG Sondakan 1 serta para relawan yang konsisten menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi para penerima manfaat. Menurutnya, meski masih terdapat kekurangan, Pemkot Solo tetap optimistis program MBG mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak anak.

Sementara itu, Wamenaker RI, Afriansyah Noor, menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap pelaksanaan MBG. Dukungan mencakup peningkatan kompetensi tenaga kerja serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menilai program MBG tak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi anak, namun juga membuka peluang kerja baru dan membantu menekankan angka pengangguran.

“Kami menekankan evaluasi dan monitoring setiap hari. Ini pelayanan langsung untuk anak anak. Sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat harus tetap terjalin”, katanya dalam siaran pers diterima solotrust.com, Senin (09/02/2026).

Dengan pengawasan berlapis dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Solo menargetkan program MBG berjalan aman, berkualitas, serta berkelanjutan bagi masyarakat. (Arien Gita Maharani)