Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, menyelesaikan rehabilitasi Panti Asuhan Nur Maghfiroh yang berlokasi di Tegal Kaputren, Pajang, Laweyan, Solo. (dok.istimewa).

SOLO, solotrust.com — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu, Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, telah menyelesaikan rehabilitasi Panti Asuhan Nur Maghfiroh yang berlokasi di Tegal Kaputren, Pajang, Laweyan, Solo.

​Komitmen Korps Baret Merah dalam mengatasi kesulitan masyarakat diwujudkan melalui program Bakti TNI.

​Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, Letkol Inf. Yanuar Setiaga, S.I.P., menegaskan kegiatan tersebut tidak terlepas dari instruksi berjenjang, mulai dari Danjen Kopassus, Panglima TNI, hingga merupakan implementasi program Presiden Prabowo Subianto.

​Kopassus harus selalu aktif dan bersinergi dengan pemerintah daerah setempat guna bersama-sama mendongkrak kualitas kesejahteraan masyarakat.

​"Kami hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat. Kolaborasi dengan Pemkot Surakarta berjalan luar biasa," ungkap Yanuar.

​Melalui renovasi tersebut diharapkan anak-anak panti lebih bersemangat dalam belajar untuk meraih cita-citanya. "Mereka generasi penerus bangsa," sambungnya.

​Program renovasi berjalan maraton selama satu minggu, kini hasilnya sudah diserahterimakan pada Senin (24/5/2026).

​

Fisik Memprihatinkan

​Sebelum disentuh program Bakti TNI, kondisi bangunan yang dihuni 20 anak laki-laki itu memprihatinkan. Pengasuh panti, Makmun Amin, mengungkapkan bangunan bersejarah sejak tahun 1950 itu belum pernah diperbaiki.

​Keterbatasan dana menjadi faktor utamanya. Alhasil, atap bangunan banyak bocor, baik di area kamar maupun area belajar mengajar. Kondisi demikian kerap dikeluhkan oleh para pengasuh dan santri panti.

 

​Satu Minggu 'Disulap' Kopassus

​Tanpa waktu lama, dalam kurun waktu satu minggu, bangunan yang semula terlihat lapuk, kini jauh lebih layak huni.

​Perbaikan atap bocor dan penggantian atap serta material lapuk, pengecatan dinding, hingga pembersihan lingkungan dilakukan sepenuhnya oleh segenap prajurit TNI Korps Baret Merah.

​Tidak hanya bantuan fisik berupa rehabilitasi gedung, Kopassus pun menyalurkan bantuan operasional kepada para anak asuh panti. Bantuan tersebut di antaranya; 22 unit kasur beserta seprainya, 20 mushaf Al-Quran, 20 peci, serta 20 sajadah.

​Tali asih yang diberikan pun dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para santri Panti Asuhan Nur Maghfiroh.

 

​Administrasi Panti Jadi Prioritas Dispendukcapil

​Aksi sosial yang berlangsung makin lengkap dengan keterlibatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta. Melalui sistem jemput bola, negara hadir memberikan kepastian hukum bagi anak-anak panti.

​Kepala Dispendukcapil Kota Surakarta, Agung Hendratmo, mengatakan pemenuhan hak sipil anak panti asuhan menjadi prioritas timnya. Kali ini terdapat empat anak asuh usia balita (usia 6 bulan-1,5 tahun) berhasil diterbitkan akta kelahirannya berbasis kartu keluarga (KK) pengurus panti.

​"Akta kelahiran ini hak mutlak warga negara yang sangat diperlukan untuk akses sekolah dan bantuan sosial. Sepanjang ada permintaan dari panti asuhan, kami akan langsung memfasilitasi secara jemput bola," katanya mengakhiri. (nas)