Anggota DPR RI, Andhika Satya Wasistho Pangarso melakukan kunjungan daerah pemilihan (Dapil) ke Kabupaten Demak, Sabtu (11/08/2025).(Foto: Dok. solotrust.com/Sigit AF)

DEMAK, solotrust.com - Anggota DPR RI, Andhika Satya Wasistho Pangarso, melakukan kunjungan daerah pemilihan (Dapil) ke Kabupaten Demak dalam rangka menyerap aspirasi para guru taman kanak-kanak (TK), Sabtu (11/08/2025). Dalam pertemuan itu, ia mengaku banyak mendapatkan masukan terkait kondisi kesejahteraan dan tantangan dihadapi para pendidik taman kanak-kanak.
 
“Saya bertemu dengan para guru TK di Demak dan mendengar langsung keluhan mereka. Banyak yang belum tersertifikasi, bahkan yang sudah bersertifikat pun belum diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN),” kata anggota Komis VII DPR RI itu. 
 
Menurutnya, guru TK memegang peran penting dalam membentuk karakter dan kesiapan anak-anak sebelum masuk ke jenjang pendidikan dasar. Karena itu, Andhika Satya Wasistho Pangarso menilai perhatian terhadap guru TK harus lebih serius, tidak hanya dari pemerintah pusat, namun juga pemerintah daerah.
 
“Guru TK ini benar-benar merasakan perjuangan mendidik anak-anak agar siap sekolah, bahkan di Demak banyak TK yang menampung anak berkebutuhan khusus. Jadi perhatian kita bukan hanya untuk gurunya, tapi juga bagaimana anak-anak ini bisa belajar dengan nyaman,” tambahnya.
 
Sebagai bentuk komitmen, Andhika Satya Wasistho Pangarso berjanji akan memberikan dukungan aspirasi melalui program corporate social responsibility (CSR) senilai Rp25 juta hingga Rp30 juta per kecamatan untuk guru-guru TK di 14 kecamatan wilayah Kabupaten Demak.
 
“Ini bentuk komitmen kami agar kegiatan belajar-mengajar di TK bisa lebih nyaman dan fasilitasnya memadai,” tegasnya.
 
Terkait tunjangan guru TK saat ini hanya Rp100 ribu per bulan, Andhika Satya Wasistho Pangarso mengatakan, pihaknya akan meninjau regulasi agar bisa diperjuangkan peningkatannya.
 
“Para guru berharap hibahnya bisa disamakan dengan guru TPQ yang mendapat Rp500 ribu per bulan. Kami akan pelajari regulasinya. Kalau memungkinkan, kami akan perjuangkan agar tunjangan guru TK bisa naik menjadi Rp300 ribu per bulan,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Demak, Dian Nuraini, menyebut jumlah guru TK di Demak cukup banyak. Lebih dari 900 guru belum tersertifikasi.
 
“Saat ini tunjangan guru hanya Rp100 ribu per bulan, itu pun baru diterima oleh sekitar 726 guru karena keterbatasan dana,” jelasnya.
 
Dian Nuraini berharap, seluruh guru TK di Kabupaten Demak bisa memperoleh tunjangan dengan kenaikan nominal minimal menjadi Rp200 ribu per bulan sesuai usulan organisasi guru.
 
Adanya perhatian dari pemerintah dan wakil rakyat, para guru TK di Demak berharap kesejahteraan mereka bisa meningkat, sehingga makin semangat dalam menjalankan tugas mencerdaskan anak-anak usia dini. (Sigit AF)