Ketua Yayasan DQS, Adib Adjiputra saat konferensi pers pendirian Al-Azhar Insan Cendekia International Islamic Colleges (Azharica) di Kabupaten Karanganyar, Rabu (26/08/2026)
SOLO, solotrust.com - Indonesia terus membutuhkan generasi yang tak hanya memiliki pemahaman agama kuat, namun juga mempunyai kemampuan akademik dan wawasan global. Semangat itu menjadi salah satu dasar pendirian Al-Azhar Insan Cendekia International Islamic Colleges (Azharica) di Kabupaten Karanganyar.
Pesantren setingkat Madrasah Aliyah (MA) ini merupakan kolaborasi Yayasan Daarul Quran Surakarta (DQS) dengan Yayasan Alif Tsalatsah Istiqomah. Azharica dirancang dengan memadukan sistem pendidikan Al-Azhar Kairo, Mesir dengan konsep pendidikan unggulan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia.
Ketua Yayasan DQS, Adib Adjiputra, mengatakan gagasan pendirian Azharica telah dipersiapkan sejak tiga tahun terakhir. Menurutnya, konsep tersebut menjadi upaya mempertemukan tradisi keilmuan Islam dari Mesir dengan sistem pendidikan Indonesia.
“Dirjen Pendidikan Islam Kemenag menyebutnya sebagai penggabungan dua kutub, Mesir dan Indonesia. Proyek ini didukung penuh oleh Kementerian Agama,” kata Adib Adjiputra, saat konferensi pers, Rabu (26/08/2026).
Persiapan kerja sama dengan Al-Azhar Kairo juga terus dilakukan. Saat ini, seorang syekh utusan dari Kairo telah berada di Kota Solo untuk membantu proses persiapan pendirian pesantren.
Adib Adjiputra mengungkapkan, tahapan berikutnya akan melibatkan Kedutaan Besar Mesir untuk menyelesaikan aspek legalitas kerja sama. Proses itu dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
“September nanti ada tim dari Kedutaan Besar Mesir yang akan datang untuk mengurus legalitas kerja sama. Nantinya, memorandum of understanding (MoU) akan diteken bersama langsung dengan Al-Azhar Kairo, sehingga materi kurikulum pesantren mengadopsi kurikulum dari sana,” terangnya.
Azharica akan dibangun di Desa Pabelan, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Tahap awal pembangunan dilakukan di atas lahan 8.000 meter persegi. Kawasan pendidikan ini nantinya direncanakan berkembang hingga mencapai luas tiga hektare.
Pesantren ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2027/2028. Pada tahap awal, Azharica akan memiliki kapasitas 300 santri dengan seratus peserta didik pada setiap angkatan kelas X, terdiri atas 50 santri putra dan 50 santri putri.
Penerimaan calon santri akan dilakukan melalui tiga jalur. Jalur pertama ditujukan bagi siswa berprestasi yang berkesempatan mendapatkan beasiswa penuh.
Jalur kedua menggunakan mekanisme seleksi nasional, terintegrasi dengan sistem penerimaan MAN Insan Cendekia. Sementara jalur ketiga dibuka secara mandiri bagi lulusan SMP negeri maupun SMP Islam dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pendaftaran calon peserta didik direncanakan mulai Oktober 2026. Seleksi awal dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 dan keseluruhan proses penerimaan ditargetkan selesai akhir Januari 2027.
Dengan konsep pendidikan tersebut, Azharica diarahkan untuk menggabungkan penguatan ilmu keislaman, pendidikan akademik, serta wawasan internasional. Kerja sama dengan Al-Azhar Kairo diharapkan semakin memperkuat materi pendidikan agama yang akan diterapkan kepada para santri.
Kehadiran pesantren ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendidikan bagi generasi muda Indonesia yang ingin memperoleh pendidikan Islam dengan standar akademik, sekaligus memiliki orientasi global. (add)
