Pemeriksaan tensi di Puskesmas Bendosari, Sukoharjo.
SUKOHARJO, solotrust.com- Hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tak lagi identik dengan penyakit lansia. Ancaman mematikan ini mulai mengintai kelompok usia remaja, termasuk para pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Sukoharjo.
Dari hasil skrining kesehatan di sejumlah sekolah, Puskesmas Bendosari Sukoharjo menemukan kasus hipertensi pada beberapa pelajar SMP dan SMA.
​Tim medis mengungkapkan, hipertensi pada remaja umumnya dipemicu faktor genetik atau keturunan. Banyak pelajar tidak merasakan gejala apapun meski tekanan darah mereka sudah sangat tinggi.
“Hipertensi bukan lagi hanya pada usia lanjut tapi juga ditemukan di usia remaja. Dari skrining ke sekolah-sekolah anak remaja ini lebih sering karena faktor keturunan . Biasanya mereka tanpa gejala tapi tensinya tinggi ini harus kita tangani secepatnya, agar tidak makin parah saat mereka dewasa.” Ujar Kepala Puskesmas Bendosari, dr Romdon Nugroho.
Sementara tak ingin ancaman hipertensi terus mengincar remaja maupun masyarakat, Puskesmas Bendosari meluncurkan program 'oke pasti', yakni optimalisasi kepatuhan minum obat pasien hipertensi.
​Terobosan ini menjadi bentuk pencegahan dini, agar pasien tidak mengalami komplikasi fatal seperti gagal ginjal yang mengaharuskan terapi cuci darah. Hipertensi yang tidak terkelola dengan baik akan sangat berbahaya dan biaya pengobatannya mahal. Antisipasinya adalah upaya pencegahan dinidan ada pada pengelolaan serta kepatuhan minum obat secara teratur. (nas)
