Seorang siswa kelas empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berinisial ANC, diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah

BOYOLALI, solotrust.com – Seorang siswa laki-laki kelas empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berinisial ANC, diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Akibat kejadian itu, korban kini menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
 
Kepala SD Negeri 1 Demangan, Rini Puji Lestari, menjelaskan pada Sabtu (18/10/2025), kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan normal. Siswa kelas satu hingga tiga mengikuti pelajaran olahraga, sementara kelas empat beraktivitas bersama wali kelas.
 
Setelah jam istirahat, salah satu siswa mengantarkan ANC kepada guru karena terlihat sakit. Saat diperiksa, kondisi korban tampak pucat dan lemas, sehingga pihak sekolah segera membawanya ke rumah sakit terdekat. 
 
Kondisi ANC semakin menurun dan pada Minggu pagi dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan intensif. Rini Puji Lestari menegaskan selama ini tak pernah ada laporan dari siswa maupun wali murid terkait tindakan perundungan di sekolahnya.
 
“Selama ini tidak ada laporan, baik dari siswa maupun orangtua mengenai adanya perundungan. Kami selalu terbuka untuk berdiskusi apabila ada masalah di sekolah,” ungkapnya, Jumat (31/10/2025).
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan perundungan terhadap anak yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.
 
"Informasi yang kami dapat, anak itu hanya becanda sama temannya seperti biasa. Pada Sabtu tidak ada tanda-tanda pada anak itu," katanya.
 
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra membenarkan adanya laporan dari keluarga korban. Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan perundungan.
 
“Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan masih menunggu hasil visum et repertum dari pihak rumah sakit untuk memastikan apakah benar terjadi kekerasan atau hanya kondisi sakit biasa,” bilangnya. (jaka)