Gelaran Solo Art Market ke-150 tahun 2026

SOLO, solotrust.com – Gelaran Solo Art Market ke-150 tahun 2026 kembali hadir meramaikan kawasan Selasar Ngarsopuro pada Senin (23/3/2026). Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 22.00 WIB ini menjadi ruang kreatif bagi para pelaku UMKM, seniman, dan pecinta kerajinan untuk saling bertemu, berinteraksi, serta memperkenalkan karya kepada masyarakat luas.

Mengusung semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif, Solo Art Market edisi ke-150 menghadirkan puluhan tenant yang menampilkan beragam produk, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, hingga aksesori unik. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga sarana edukasi dan apresiasi terhadap karya lokal yang sarat nilai budaya.

Salah satu pelaku UMKM, Dwi Purwanti, mengaku rutin mengikuti kegiatan serupa. Ia menilai acara seperti ini memiliki potensi besar bagi masyarakat. “Kalau untuk mengikuti acara ini lumayan sering, apalagi kalau ada event seperti ini pasti mendirikan tenant. Solo kotanya penuh budaya, kerajinan, dan kreasi, jadi potensinya tinggi, baik untuk penjual maupun konsumen. Ini sama-sama memberdayakan sekaligus melestarikan budaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi memperkenalkan produk kerajinan berbahan dasar jins, seperti rompi, vest, outer, tas, topi, hingga berbagai aksesori. Ia juga menawarkan promo khusus bagi pembelian dalam jumlah tertentu. Menurutnya, partisipasi dalam Solo Art Market juga dilatarbelakangi kecintaannya terhadap dunia seni. “Saya suka lingkungan yang penuh seni, ini memang passion saya, jadi senang menjalaninya,” tambahnya.

Antusiasme juga datang dari para pengunjung. Tias, salah satu pengunjung, mengaku telah beberapa kali menghadiri acara ini. Ia menilai Solo Art Market memiliki daya tarik tersendiri karena menghadirkan produk-produk yang unik dan bernilai seni tinggi. “Saya memang suka seni dan kerajinan karena ada nilainya tersendiri dan menarik. Acara ini penting bagi pelaku UMKM dan seniman untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Solo sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

 

*) Reporter: Rusida Kurnia Saputri/Diswa Aulia Putri