Wali Kota Solo, Respati Ardi menyampaikan paparan saat konferensi pers SUARAGA
SOLO, solotrust.com - Festival SUARAGA akan digelar di Taman Balekambang, Solo, pada 4 hingga 5 Juli 2026. Mengusung semangat Pagi untuk Raga, Malam untuk Suara, festival ini memadukan musik, kebugaran, budaya, kreativitas, dan aktivitas komunitas.
SUARAGA menghadirkan tiga unsur utama, yakni suara, raga, dan karya. Unsur raga diwujudkan melalui yoga, mat pilates, senam kesegaran jasmani, dance cardio, dan berbagai pengalaman wellness.
Unsur karya ditampilkan melalui instalasi seni, pasar kreatif, kuliner, serta keterlibatan komunitas. Sementara itu, unsur suara diwujudkan melalui pertunjukan musik yang berlangsung dari sore hingga malam hari.
Wali Kota Solo, Respati Ardi yang hadir dalam konferensi pers mengatakan, SUARAGA menjadi bagian dari upaya membangun identitas baru Kota Solo dengan tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal.
“SUARAGA ini hadir untuk Kota Solo, membangun brand Solo sebagai Wellness City pada 2030. Festival ini mempertemukan suara, raga, dan karya dengan nilai-nilai budaya Jawa,” ujar Respati Ardi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Solo juga memperkenalkan konsep Jawa Wellness, yakni pendekatan kebugaran yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, namun juga keseimbangan pikiran, jiwa, kehidupan sosial, dan lingkungan.
Taman Balekambang dipilih karena memiliki lingkungan hijau, nilai sejarah, serta kedekatan dengan perjalanan seni dan budaya Kota Solo. Kawasan yang dibangun pada masa KGPAA Mangkunegara VII itu dinilai sesuai untuk menjadi ruang kegiatan kebugaran sejak pagi, aktivitas kreatif pada siang hari, serta pertunjukan musik pada malam hari.
Terkait pembiayaan, Respati Ardi menegaskan, penyelenggaraan utama SUARAGA tidak dibiayai secara langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surakarta.

“Penyelenggaraan utama SUARAGA tidak menggunakan anggaran APBD secara langsung. Pemerintah Kota Surakarta (Solo) memberikan dukungan fasilitasi, termasuk koordinasi dan keringanan penggunaan lokasi di Taman Balekambang,” bilangnya.
Penyelenggaraan SUARAGA diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan, meningkatkan okupansi perhotelan, menggerakkan sektor kuliner dan ekonomi kreatif, serta memberikan dampak terhadap retribusi dan pendapatan daerah.
Respati Ardi berharap, SUARAGA tak berhenti sebagai kegiatan sesaat, namun menjadi awal bagi lahirnya berbagai kegiatan serupa, melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan kreator lokal.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. SUARAGA menjadi salah satu milestone atau tonggak awal menuju Solo sebagai Wellness City 2030. Kegiatan-kegiatan semacam ini sangat penting. Karena itu, pelaku usaha lokal akan kami bantu dan dorong agar mampu menyelenggarakan acara yang semakin baik dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Dari Olahraga hingga Panggung Bertabur Bintang
Melalui SUARAGA, Solo ingin menunjukkan budaya Jawa dapat terus berkembang dan dipadukan dengan musik, kreativitas, aktivitas komunitas, serta gaya hidup sehat. Pada hari pertama, panggung musik SUARAGA akan menghadirkan Barasuara, Nadhif Basalamah, SORE, Silampukau, serta Man Osman bersama Traffic Jam dalam Special Keroncong Set.
Pada hari kedua, pengunjung dapat menikmati penampilan MALIQ & D’Essentials, ALI, FSTVLST, Fanny Soegi, dan UCUPOP. Rangkaian olahraga dan wellness akan melibatkan Anjasmara, Amanda Tasning, Debbie dan Deecee, Sazou Gautama, Rindu dan Carissa bersama Ify Alyssa, Tari, serta Laila Munaf, Meiske, dan Wulan.
Atsiri Jawa juga akan menghadirkan Premium Wellness Experience melalui rangkaian Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra. Program ini mengajak pengunjung merasakan pengalaman wellness melalui gerak, rasa, aroma, dan ketenangan. (add)
