Jenazah seorang anak berusia sepuluh tahun asal Masaran, Sragen yang meninggal dunia setelah tenggelam terbawa aliran Sungai Bengawan Solo diangkut dengan ambulans. (Foto: Dok. Istimewa/PSC 119 Sragen)
SRAGEN, solotrust.com - Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Rabu (11/03/2026) sore. Seorang anak berusia sepuluh tahun asal Masaran, Sragen meninggal dunia setelah tenggelam terbawa aliran Sungai Bengawan Solo. Bocah itu diduga terpeleset saat bermain dengan tiga temannya di tepi sungai.
Berdasarkan data dihimpun, korban anak bernama Naufal Al Zahir, usia sepuluh tahun, asal Dukuh/Desa Kliwonan RT06 RW02 Kecamatan Masaran. Kejadian bermula saat empat bocah bermain di tepi Bengawan Solo wilayah Dukuh Kuyang Tengah RT 3 Desa Kliwonan. Nahas, korban terpeleset dan jatuh ke DAS Bengawan Solo yang debitnya cukup tinggi.
Dua temannya juga berupaya menolong dengan terjun ke sungai dan berusaha menarik korban. Namun karena arus cukup besar, akhirnya tak kuat dan korban terhanyut.
Dua bocah yang menolong berhasil diselamatkan salah seorang pegawai pabrik di dekat TKP. Sementara Adit masih di bantaran berteriak minta tolong kepada warga sekitar yang kemudian melakukan pengejaran terhadap korban hanyut.
Sementara itu, Kapolsek Masaran, AKP Syamsudin menyampaikan, korban akhirnya ditemukan di bawah jembatan Butuh Jantran dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya dibawa ke RS PKU Muhamadiyah Sragen untuk dilakukan pemeriksaan tim medis bersama Polsek Masaran.
"Hasil pemeriksaan luar tidak didapatkan luka lecet, tidak ada luka robek, tapi terdapat gelembung busa keluar dari kedua lubang hidung. Di tubuh korban tidak ada tanda tanda kekerasan atau penganiyaan," terang Kapolsek mewakili Kapolres AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, Rabu (11/03/2026) malam.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga oleh kapolsek bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Masaran untuk dimakamkan. (wah)
