Duka mendalam menyelimuti keluarga Galang Satrio Priambodo (25), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen. Sulung dari tiga bersaudara itu dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Jepang

SRAGEN, solotrust.com - Duka mendalam menyelimuti keluarga Galang Satrio Priambodo (25), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen. Sulung dari tiga bersaudara itu dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Jepang.
 
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (14/08/2026) sekira pukul 15.30 waktu setempat. Pihak keluarga menyebut almarhum meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, melainkan saat mengisi waktu luang selepas beraktivitas.
 
Ditemui di rumah duka pada Kamis (20/08/2026) siang, kedua orang tua korban, Widiyatmoko (46) dan Parmi (47), tak mampu menyembunyikan rasa duka. Keluarga mengaku terpukul atas kepergian putra pertamanya.
 
Widiyatmoko menceritakan, kabar duka itu kali pertama diterima keluarga pada Jumat malam selepas waktu magrib dari rekan kerja almarhum di Jepang.
 
"Kabar pertama dapat informasi habis magrib, katanya tenggelam di sungai saat jalan-jalan sama teman-temannya habis salat Jumat. Jadi posisinya sedang rekreasi, bukan saat bekerja," terang Widiyatmoko.
 
 
Almarhum Galang dikenal sebagai sosok yang gigih. Ia telah bekerja di sektor pertanian/perkebunan di Jepang selamamlebih kurang tujuh tahun. Selama kurun waktu tersebut, korban baru sekali pulang ke Indonesia pada 2022 lalu selama dua bulan usai menyelesaikan program magang, sebelum akhirnya memperpanjang masa kerjanya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, menyampaikan pemulangan jenazah tengah berproses. Sesuai jadwal penerbangan dari Jepang via Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali pada Jumat (21/08/2026).
 
Pihak Disnaker telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah guna mengurus penjemputan jenazah dari bandara menuju rumah duka. 
 
"Kami sudah berkoordinasi dengan BP3MI Semarang. Nanti armada ambulans untuk penjemputan jenazah dari Bandara Adi Soemarmo hingga menuju rumah duka di Tanon seluruhnya difasilitasi oleh BP3MI Jawa Tengah," tambahnya.
 
Berdasarkan penelusuran data dan informasi awal dari pihak terkait, korban berangkat ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Wonogiri. Status kepesertaan kerja korban di Jepang sudah memasuki tahun kelima dengan skema Specified Skilled Worker (SSW) atau pekerja terampil, setelah sebelumnya menyelesaikan program pemagangan selama tiga tahun. (wah)