Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar konferensi pers terkait pemberhentikan dua oknum dosen diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap mahasiswi kampus setempat, Sabtu (20/07/2024)
SOLO, solotrust.com - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberhentikan dua oknum dosen diduga melakukan tindak pelecehan seksual beberapa waktu lalu. Hal itu sesuai keputusan sidang komite disiplin kampus setempat.
Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Surakarta, Em Sutrisna, mengatakan terkait kasus pelanggaran etik tentang tindak pelecehan seksual dilakukan oknum staf edukatif UMS yang telah selesai diinvestigasi oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dan Komisi Penegak Disiplin UMS, rektor memberikan keputusan sebagaimana SK Nomor 179/IV/2024 dan 180/IV/2024, yakni memberikan sanksi untuk kasus pertama berupa diberhentikan sebagai dosen.
Kasus pertama dimaksud ialah dosen Fakultas Perguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Akuntansi yang melakukan bimbingan skripsi di rumahnya.
Kasusnya viral di media sosial oleh unggahan chat berisi curhat dari korban dalam akun Instagram @dpn.ums. Dalam unggahannya tertulis, "Dosen Pembimbing Mesum", disertai kronologi terjadinya dugaan tindak pelecehan dialami sang mahasiswa.
Berdasarkan tulisan dalam unggahan, pelecehan terjadi di rumah dosen saat melakukan bimbingan skripsi pukul 10.00 WIB. Saat melakukan bimbingan skripsi, dosen itu meminta korban untuk memeluknya, sempat memegang lutut dan menarik korban.
Sementara kasus dosen lainnya melibatkan Wakil Dekan III FKIP UMS juga viral pada akun Instagram yang sama. Dosen itu diduga mengajak mahasiswinya melakukan tindak asusila melalui direct message (DM) Instagram.
Dalam kasus kedua ini, UMS juga memberikan sanksi sama. Tak hanya diberhentikan sebagai dosen, pihak bersangkutan juga diberikan sanksi pengalihan status.
"Terkait kasus kedua, dosen yang bersangkutan diberhentikan dari jabatan struktural, diberhentikan sebagai dosen, dan dialihstatuskan menjadi tenaga administratif selama dua tahun," kata Em Sutrisna, Sabtu (20/07/2024). (add)
