Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (21/01/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

SOLO, solotrust.com - Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (27/01/2026).

Dalam pertemuan itu, Respati Ardi menyampaikan adanya kesamaan pandangan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Pemerintah Belanda, khususnya dalam upaya penguatan kerja sama di bidang kebudayaan. Menurutnya, kedua pihak memiliki visi sejalan untuk menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai fondasi pembangunan kota ke depan.

Wali kota menjelaskan, hubungan historis antara Kota Solo dan Belanda menjadi modal penting untuk membangun kemitraan saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerja sama dibahas adalah program pendidikan singkat selama delapan pekan berfokus pada sejarah, arsip negara, serta dokumen-dokumen bersejarah.

“Kami memiliki kesamaan visi terkait sejarah Kota Solo. Hubungan dengan Belanda sangat erat, sehingga terbuka peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Surakarta dan pihak Belanda, khususnya dalam pengelolaan arsip dan sejarah,” ungkapnya dalam siaran pers diterima solotrust.com.

Respati Ardi menilai kerja sama ini akan membawa dampak positif bagi Kota Solo. Selain itu, pemkot juga tengah mengupayakan pemulangan berbagai artefak bersejarah asal Solo yang saat ini berada di Belanda. Artefak tersebut antara lain manuskrip kuno, arca, gamelan, tosan aji, serta beragam jenis wayang.

Pihaknya menambahkan, artefak berhasil dikembalikan nantinya akan ditempatkan di Museum Radya Pustaka untuk melengkapi koleksi peninggalan sejarah Kota Solo, seperti Canthik Rajamala, senjata tradisional, dan peralatan budaya lainnya.

“Kami telah berkirim surat kepada pihak terkait di Belanda untuk memohon pengembalian sejumlah koleksi yang berasal dari Surakarta. Upaya ini terus kami lakukan agar koleksi tersebut dapat kembali dan dipamerkan di Museum Radya Pustaka,” jelas Respati Ardi.

Sementara itu, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyatakan komitmennya untuk turut mendukung pelestarian sejarah dan budaya Kota Solo. Ia menegaskan, hubungan antara Belanda dan Solo telah terjalin selama berabad-abad dan perlu dimanfaatkan untuk kepentingan masa depan.

Menurut Marc Gerritsen, pembahasan juga mencakup akses terhadap artefak dan arsip di Belanda yang memiliki nilai penting bagi sejarah Solo. Ia berharap hasil pertemuan ini dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama konkret yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. (Tasya/Arien)