Peluncuran herbisida APSARAS
SRAGEN, solotrust.com – Sebanyak 500 petani dari Kabupaten Sragen, Karanganyar, dan sejumlah wilayah sekitarnya mengikuti peluncuran herbisida APSARAS yang diperkenalkan oleh PT KingAgroot Biotechnology Indonesia, perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bergerak di bidang agrokimia. Produk ini mengusung bahan aktif paten terbaru **Flusulfinam yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan gulma resisten pada tanaman padi.
Kegiatan peluncuran yang digelar di Lapangan Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berlangsung dengan antusias. Selain mendapatkan pemaparan mengenai teknologi terbaru yang diusung APSARAS, para petani juga diajak melihat langsung demonstrasi lapangan (demoplot) penggunaan produk tersebut pada tanaman padi.
Dalam pemaparannya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa Flusulfinam memiliki mekanisme kerja baru yang berbeda dari herbisida yang selama ini banyak digunakan petani. Inovasi ini diklaim efektif mengendalikan gulma dengkulan atau Leptochloa yang mulai menunjukkan gejala resistensi terhadap berbagai herbisida konvensional.
Melalui demoplot yang ditampilkan, gulma terlihat dapat dikendalikan dengan baik tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Hal ini diharapkan menjadi alternatif baru bagi petani dalam menghadapi tantangan pengendalian gulma di lahan persawahan.
General Manager PT KingAgroot Biotechnology Indonesia, Guang Zheng, mengatakan “APSARAS dikembangkan sebagai jawaban atas meningkatnya kasus gulma resisten di berbagai daerah. Dengan teknologi Flusulfinam, produk ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam program pengelolaan gulma secara berkelanjutan”.
Selain efektif mengendalikan gulma, APSARAS juga diklaim tidak merusak kandungan hara tanah sehingga dapat mendukung produktivitas pertanian yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, Parmin, petani asal Macanan, Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, mengaku telah mencoba produk tersebut di lahan sawah miliknya. Menurutnya, “hasil pengendalian gulma terlihat dalam waktu relatif cepat dan tidak memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman padi”.
Di sisi lain, Koordinator Kelompok Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Lolita Tasik Taparan, menyebut pengendalian hama dan gulma masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani padi. Kehadiran APSARAS diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu meningkatkan efektivitas pengendalian gulma di berbagai daerah.
Pada kesempatan yang sama, PT KingAgroot Biotechnology Indonesia juga memperkenalkan dua produk lainnya, yakni Winspeed untuk pengendalian rumput di kebun dan pematang sawah serta RiceGuard yang ditujukan untuk pengendalian gulma daun sempit dan daun lebar pada tanaman padi.
Melalui inovasi berbahan aktif Flusulfinam tersebut, petani diharapkan memiliki pilihan teknologi baru dalam mengatasi gulma resisten sehingga produktivitas padi dapat terus meningkat dan mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.
