Simulasi bencana berbasis komunitas di lingkungan sekolah.

WONOGIRI, solotrust.com – Upaya menanamkan kesiapsiagaan bencana sejak dini terus diperkuat di Kabupaten Wonogiri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) menggelar simulasi bencana berbasis komunitas di lingkungan sekolah dasar di Kecamatan Tirtomoyo, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SDN 1 Wiroko dan SDN 2 Sukoharjo ini menjadi istimewa karena dilaksanakan bersamaan dengan penelitian disertasi Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Sinergi tersebut mengintegrasikan pendekatan akademis dengan praktik lapangan dalam memetakan ketangguhan komunitas sekolah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama mengatakan, simulasi ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga komite, memahami langkah yang harus dilakukan saat kondisi darurat. Kolaborasi dengan peneliti dari Universitas Diponegoro juga memberi nilai tambah melalui pengumpulan data kesehatan masyarakat yang relevan dengan aspek kebencanaan,” ujarnya.

Selama hampir enam jam, sejak pukul 07.30 WIB, peserta mendapatkan pembekalan berbagai prosedur teknis, mulai dari pengenalan rambu jalur evakuasi, teknik perlindungan diri di dalam kelas, hingga penentuan titik kumpul aman. Keterlibatan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) setempat turut memperkuat pendampingan teknis bagi para siswa.

Melalui kegiatan ini, SDN 1 Wiroko dan SDN 2 Sukoharjo diharapkan dapat menjadi percontohan sekolah tangguh bencana di wilayah Kecamatan Tirtomoyo. BPBD Wonogiri pun berkomitmen terus memperluas edukasi mitigasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik akademisi maupun praktisi, hingga menjangkau seluruh pelosok “Kota Gaplek”.

Langkah ini sejalan dengan semangat daerah dalam memperkuat sinergi menghadapi bencana demi keselamatan masyarakat luas. (sumber: Pemprov Jateng)