Talkshow Observasi di TATV menghadirkan narasumber Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Teguh Wiyono, Kamis (30/01/2026)

SOLO, solotrust.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surakarta terus memperkuat upaya edukasi untuk meningkatkan cakupan kepesertaan di wilayah Surakarta Raya. Hingga awal 2026, tercatat baru Kota Surakarta yang menyentuh angka kepesertaan tertinggi sebesar 42,59 persen, sementara empat wilayah lainnya masih berada di bawah angka 50 persen.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Teguh Wiyono, mengungkapkan tantangan utama dihadapi adalah rendahnya literasi masyarakat terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial. Banyak pemberi kerja maupun pekerja mandiri masih menganggap iuran jaminan sosial sebagai beban biaya, bukan sebagai investasi perlindungan jangka panjang.

"Tugas kami adalah memberikan kesadaran bahwa risiko kerja bisa terjadi kapan saja. Dengan menjadi peserta, pekerja mendapatkan ketenangan yang secara langsung akan meningkatkan produktivitas dan loyalitas mereka," ujar Teguh Wiyono dalam talkshow Observasi di TATV, Kamis (30/01/2026).

Adapun untuk menarik minat pekerja informal atau mandiri, pemerintah memberlakukan kebijakan strategis pada 2026 berupa diskon iuran sebesar 50 persen. Bagi sektor transportasi, program ini berlaku mulai Januari hingga Maret.

Sementara itu, untuk pekerja mandiri sektor lainnya seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM( serta pekerja seni, diskon mulai diberlakukan pada April hingga Desember 2026. Dengan kebijakan ini, iuran terendah untuk dua program utama menjadi sangat terjangkau, yakni Rp8.400 per bulan.

BPJS Ketenagakerjaan menawarkan empat program unggulan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Teguh Wiyono menjelaskan, manfaat JKK sangat komprehensif, mencakup biaya pengobatan tanpa batas hingga sembuh serta santunan beasiswa bagi dua orang anak peserta jika terjadi risiko fatal.

“Proses klaim juga kini semakin dipermudah. Untuk jaminan kematian, kami menargetkan penyelesaian transaksi dalam tiga hari setelah berkas lengkap. Semua bisa diakses secara online melalui situs resmi atau aplikasi kami,” tambahnya.

Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di lima wilayah kerja, yakni Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri, BPJS Ketenagakerjaan Surakarta optimistis angka kemiskinan baru akibat risiko kecelakaan kerja dapat ditekan secara signifikan melalui jaring pengaman sosial yang kuat. (Mutiara/Tasya)