Musyawarah Daerah (Musda) I Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Boyolali

BOYOLALI, solotrust.com – Bupati Boyolali Agus Irawan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) I Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Boyolali di salah satu rumah makan kawasan Mojosongo. Dalam kesempatan itu, pihaknya berpesan kepada pengelola pasar dan pedagang untuk terus berinovasi agar pasar tradisional tetap menjadi pusat perekonomian masyarakat.
 
Musda diikuti paguyuban pedagang pasar dan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar se-Kabupaten Boyolali. Turut mendampingi bupati, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali, Purnawan Raharjo.
 
Dalam musda juga dilakukan penyerahan surat keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat APPSI oleh Don Muzakir kepada Danang Tri Sasongko sebagai Ketua DPD APPSI Kabupaten Boyolali terpilih. Acara dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari bupati kepada ketua asosiasi.
 
Perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah APPSI Provinsi Jawa Tengah, Suwanto, meminta kepengurusan baru mampu mengelola organisasi dengan prinsip 7S, yakni Structure, System, Style, SDM, Skill, Strategy, dan Self Value.
 
“Tugas Anda jangan sampai pedagang sengsara, jadi harus sejahtera, Mas Danang harus ingat itu,” ujar Suwanto baru baru ini. 
 
Dalam sambutannya, Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyampaikan sejumlah informasi penting terkait pengelolaan pasar tradisional. Salah satunya memastikan Pasar Ampel tak akan dipindah. 
 
Selain itu, ia menjelaskan pembangunan Pasar Karanggede masih tertunda akibat situasi ekonomi global. Bupati menekankan pentingnya inovasi di pasar tradisional agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.
 
“Harus berinovasi supaya pasar selalu ramai karena perkembangan zaman semakin maju, teknologi semakin maju, mau nggak mau kita juga harus berinovasi,” kata Agus Irawan.
 
Ia juga memastikan setiap pembangunan pasar tradisional di era kepemimpinannya akan dimusyawarahkan bersama para pedagang terlebih dahulu agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Jika pedagang tak bersedia dipindah, pemerintah akan memilih melakukan renovasi pasar yang sudah ada.
 
“Saya pastikan pembangunan sekarang harus berbasis kepentingan warga, berbasis kemanfaatan warga,” tandas Agus Irawan. (jaka)