Ketua Pembina Posyandu, Farida Rober Christanto membuka Posyandu Layanan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dengan simbolis pemotongan pita, Rabu (07/01/2026)
KARANGANYAR, solotrust.com - Pemerintah Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, meluncurkan Posyandu Layanan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Rabu (07/01/2026). Acara ini dibuka Ketua Pembina Posyandu, Farida Rober Christanto di posyandu desa setempat.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak Posyandu Desa Paulan, Endang Purwaningsih, mengatakan Posyandu 6 SPM mengedepankan sinergi dengan berbagai instansi guna mewujudkan enam pelayanan dasar yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Posyandu ini kami dorong menjadi pintu masuk sinergi dengan berbagai instansi untuk mewujudkan enam SPM. Layanannya mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, dan ketertiban umum, serta sosial,” urainya.
Posyandu 6 SPM melayani masyarakat berdasarkan siklus hidup, mulai dari anak-anak hingga warga lanjut usia (Lansia). Desa Paulan juga mengusung slogan Sinergi Aktif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Semua stakeholder di tingkat desa kami libatkan. Program posyandu dimulai dari siklus hidup sehingga semua kelompok usia mendapatkan layanan dasar,” papar Endang Purwaningsih.
Di lain pihak, Ketua Pembina Posyandu, Farida Rober Christanto, menyampaikan apresiasi langkah Desa Paulan menerapkan pola jemput bola dalam pelayanan masyarakat.
“Ini langkah baik dengan adanya layanan aduan di posyandu. Harapannya persoalan masyarakat bisa diselesaikan di tingkat desa dan kecamatan atau diakomodasi di tingkat kabupaten,” ucapnya.
Desa Paulan hingga saat ini telah memiliki delapan posyandu, mendukung percepatan pemenuhan 6 SPM. Ke depan, setiap desa diharapkan memiliki minimal satu Posyandu 6 SPM sebagai upaya percepatan layanan dasar.
"Sebagai bagian dari layanan kesehatan lingkungan, Posyandu 6 SPM Desa Paulan juga melakukan pemeriksaan sampling air sumur warga untuk mengetahui kandungan bakteri E coli serta kadar kaporit. Dalam hal ini pihak desa mengajak seluruh warga untuk aktif memanfaatkan layanan Posyandu 6 SPM demi peningkatan kualitas pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat," papar Farida Rober Christanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto, mengatakan posyandu kini tak hanya melayani sektor kesehatan, namun juga mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Dalam hal ini pemerintah daerah tidak menyediakan anggaran khusus untuk pembangunan fisik gedung Posyandu 6 SPM. Pemerintah mendorong inisiatif dan kreativitas masing-masing desa.
“Kalau yang sifatnya bangunan fisik, saya pikir itu nanti menjadi agenda berikutnya karena bangunan fisik itu bergantung inovasi desa masing-masing. Terpenting sekarang program Posyandu SPM ini jalan dulu dan diluncurkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Sundoro Budi Karyanto bilang, dukungan anggaran tersedia saat ini difokuskan pada kebutuhan operasional dan honorarium kader. Secara keseluruhan, terdapat 9.022 kader posyandu akan terlibat dalam penyelenggaraan layanan 6 SPM di tingkat desa dan kelurahan. Seluruh posyandu terbentuk dan diluncurkan selama 2025 ditargetkan mulai beroperasi efektif tahun ini. (joe)
