Business Matching IKM Potensi Ekspor digelar pada 27 hingga 28 November 2025 di Swiss Bell Hotel Solo
SOLO, solotrust.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah (Disperindag Jateng) kembali membuka peluang bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk menembus pasar global. Melalui kegiatan 'Business Matching IKM Potensi Ekspor' digelar pada 27 hingga 28 November 2025 di Swiss Bell Hotel Solo, para pelaku usaha dipertemukan dengan kurator ekspor guna memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional.
Tahun ini, Disperindag Jawa Tengah mempertemukan 150 pelaku IKM dengan industri besar, Kegiatan digelar selama dua hari ini, para pelaku industri selain mendapatkan pelatihan dari pemaparan materi, sebagian dari mereka turut memamerkan hasil produk usahanya, mulai dari produk makanan dan minuman, olahan kerajinan tangan, furniture hingga fashion.
Kepala Bidang Industri Agro Disperindag Jawa Tengah, Ikhwan Joko Istarto, mengatakan kegiatan selama dua hari ini, pihaknya mengundang peserta dari berbagai industri-industri kecil yang ada di Jawa Tengah umumnya dan juga industri-industri besar. Tujuannya mempertemukan mereka mewujudkan peluang usaha bersama.
“Selain itu juga bisa saling bertukar informasi, bertukar katalog, kemudian bisa saling memberikan data dalam arti ‘aku ini butuh apa to?’. Bisa dipenuhi dari temen-temen yang hadir”, ungkapnya.
Ikhwan Joko Istarto menegaskan pula, kegiatan ini merupakan fasilitas yang diberikan Disperindag Jawa Tengah. Selain bantuan secara fisik, pihaknya juga memberikan bantuan secara nonfisik .
“Jadi bagaimana bantuan kita tidak hanya sifatnya fisik, tapi juga nonfisik. Kita berikan selain perhatian, kita berikan sertifikasi, dan juga bisa bantuan-bantuan yang sifatnya kemitraan,” terangnya.
Di lain pihak, Kepala Bidang Industi Non Agro Disperindag Jateng, Esti Wulandari, mengatakan pihaknya memfasilitasi antarpelaku usaha. Esti Wulandari menjelaskan, kegiatan dua hari ini sudah ada 14 kesepakatan kemitraan dengan calon pembeli.
“Ini adalah sebuah prestasi dari kami memberikan fasilitas bagi pelaku industri kecil dalam program Business Matching , bahwa dalam waktu dua hari ini, Kamis dan Jumat (27-28/11/2025) ada 14 kesepakatan kemitraan industri menengah dengan pembeli,” jelasnya, Jumat (28/11/2025).
Mendapat kesempatan terpilihnya menjadi peserta dalam Businees Matching IKM, Marketing Staff PT Suwastama Tumbuemas Sejahtera, RM Suryo Anggoro mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi kegiatan Disperindag Jateng. Melalui kegiatan ini, Suryo Anggoro merasakan dampaknya. Selain mempertemukan industri-industri di wilayah Jawa Tengah, harapannya saling mendukung.
“Kegiatan Disperindag pada hari ini untuk business matching, saya rasa sangat baik sekali karena mempertemukan industri-industri di wilayah Jawa Tengah yang mungkin bisa saling membantu, saling melakukan dukungan. Misalnya, saya membutuhkan produk-produk yang dari perusahaan lain, kami bisa melakukan kolaborasi untuk mendapatkan pembeli-pembeli ekspor yang peluangnya sangat besar,” terangnya.
Senada, Sekretaris PT Wirasindo Santakarya, Murwat, mendukung adanya kemitraan yang dibangun. Harapannya bisa lebih berkembang terhadap perusahaannya.
“Ke depan dengan kemitraan, kita bisa berkembang bersama,” harapnya.
