NEO Solo Grand Mall kembali menghadirkan pertunjukan budaya untuk menghibur, sekaligus melestarikan seni tradisional Jawa, yakni pagelaran wayang kulit, Kamis (27/11/2025). Mengangkat lakon Bimo Suci, pertunjukan seni ini menampilkan dalang Ki Joko Sadono dari Semarang. (Foto: Dok. solotrust.com/Shintia Maharani)
SOLO, solotrust.com – NEO Solo Grand Mall kembali menghadirkan pertunjukan budaya untuk menghibur, sekaligus melestarikan seni tradisional Jawa, yakni pagelaran wayang kulit, Kamis (27/11/2025). Mengangkat lakon Bimo Suci, pertunjukan seni ini menampilkan dalang Ki Joko Sadono dari Semarang.
Acara ini merupakan pertunjukan wayang kulit humor dengan sentuhan khas “Humor Dalang Belink”, disertai iringan musik solo organ. Lakon Bimo Suci dipilih sebagai cerita utama yang mengandung nilai moral tentang kesucian hati, keikhlasan, serta perjuangan tokoh dalam mencari jati diri.
Pertunjukan wayang kulit turut dimeriahkan dua bintang tamu, Atik Wijaya dan Tut Ria yang memberikan tambahan hiburan dan variasi penampilan selama jalannya pertunjukan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di atrium utama NEO Solo Grand Mall.
Pertunjukan digelar mulai pukul 18.30 hingga 21.00 WIB dan terbuka untuk seluruh pengunjung mal. Dalang Ki Joko Mbelink mengatakan, lakon ini mengisahkan Brotoseno atau Bimo yang dikenal sebagai tokoh paling sakti di Negara Amarta.
Kesaktiannya membuatnya ditakuti pihak Ngastina apabila kelak terjadi perang Baratayuda. Karena alasan itu, Pendeta Durna yang mendapat perintah dari Raja Ngastina berniat menyingkirkan Brotoseno.
Melalui pertunjukan seni tradisional ini, Dalang Ki Joko Mbelink berharap masyarakat ikut mendukung model wayang kulit kontemporer. Jika biasanya wayang kulit ditampilkan semalam suntuk, kali ini hanya butuh waktu tiga jam dengan iringan solo organ. Selain itu juga memangkas personel dengan penabuh gamelan minimal 13 orang ini, kini hanya satu orang.
Pihak penyelenggara NEO Solo Grand Mall menyampaikan, kegiatan ini diadakan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni tradisi. Selain itu, program ini juga bertujuan memberikan pengalaman budaya kepada pengunjung, sehingga mal tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, namun juga ruang edukasi dan apresiasi seni bagi masyarakat.
Acara diselenggarakan dengan konsep panggung terbuka di area atrium, memungkinkan pengunjung menikmati pertunjukan dari berbagai sudut. Iringan musik solo organ turut memperkaya suasana, sementara humor khas dalang menambah daya tarik bagi penonton dari berbagai kalangan.
Pagelaran wayang “Bimo Suci” di NEO Solo Grand Mall menjadi bukti kesenian tradisional tetap diminati dan relevan di tengah perkembangan hiburan modern.
*) Reporter: Annisa Luthfi Afifah/ Shintia Maharani
