Pagelaran Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang, Minggu (26/4/2026).
SEMARANG, solotrust.com - Pemerintah Kota Semarang menggelar Pagelaran Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kota Semarang tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti pada pukul 15.30 WIB. Karnaval mengambil rute dari halaman Balai Kota Semarang menuju Lapangan Pancasila Simpang Lima dan diikuti berbagai komunitas seni budaya, organisasi keagamaan, serta komunitas etnis yang ada di Kota Semarang.
Turut hadir mendampingi wali kota, sejumlah anggota DPRD Kota Semarang. Kehadiran legislatif diwakili anggota Komisi D Michael dan Lely Purwandari, serta anggota Komisi B Hanik Khoiru Solikah.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota dewan tampil mengenakan pakaian adat Semarangan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus simbol kebersamaan dalam keberagaman.
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Michael, mengatakan kegiatan karnaval lintas agama menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Semarang.
"Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Semarang merupakan kekuatan yang harus terus dijaga bersama. Seni dan budaya menjadi media yang efektif untuk mempererat persaudaraan di tengah masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran DPRD dalam karnaval tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah kota dalam membangun harmoni sosial melalui pendekatan budaya dan kebersamaan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa DPRD mendukung setiap kegiatan yang mampu memperkuat persatuan masyarakat. Semarang selama ini dikenal sebagai kota yang toleran, dan semangat itu harus terus dipelihara," tambahnya.
Partisipasi DPRD Kota Semarang diwujudkan dengan mengikuti seluruh rangkaian karnaval sejak titik keberangkatan di Balai Kota Semarang bersama peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Melalui pagelaran seni budaya lintas agama dan pawai ogoh-ogoh tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap nilai toleransi, persaudaraan, serta penghormatan terhadap keberagaman budaya dan agama dapat terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
