Ketua Penyelenggara FESTARA 2026, Heru Prasetya, mengadakan jumpa pers di Balaikota Solo, pada Kamis (18/06).

SOLO, solotrust.com– Festival Tas Nusantara (FESTARA) III kembali hadir sebagai ajang apresiasi sekaligus promosi ekonomi kreatif berbasis budaya. Digelar di Balaikota Solo pada 19–21 Juni 2026, festival ini mengusung tema "Tas Nusantara: Cerita dalam Setiap Anyaman", yang menampilkan kekayaan warisan anyaman Indonesia melalui pameran, bazar, workshop, hingga sarasehan nasional.

Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi para perajin, pelaku UMKM, seniman, akademisi, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya tas anyaman Nusantara.

Ketua Penyelenggara FESTARA 2026, Heru Prasetya, mengatakan bahwa festival ini hadir sebagai wadah kolaborasi bagi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan kriya tas Nusantara.

“Melalui FESTARA 2026, kami menghadirkan ruang perjumpaan bagi perajin, desainer, akademisi, pelaku industri kreatif, komunitas, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama merayakan, melestarikan, dan mengembangkan warisan tas Nusantara,” ujar Heru

Lanjutnya, Seni anyaman di Indonesia telah berkembang sejak Zaman Neolitik sekitar 5.000 tahun lalu. Berawal dari kebutuhan hidup sehari-hari, keterampilan menganyam menggunakan bahan alami seperti bambu, rotan, dan pandan kemudian berkembang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, FESTARA III menghadirkan berbagai program unggulan. Salah satunya adalah INITAS, pameran yang menampilkan karya tas kreatif dan inovatif dari artisan, seniman, komunitas, hingga pelaku UMKM. Selain itu, tersedia Bazaar Tas yang menjadi sarana promosi dan transaksi produk-produk unggulan ekonomi kreatif berbasis anyaman.

Dimensi edukasi juga diperkuat melalui pameran dan workshop yang melibatkan perguruan tinggi serta komunitas kreatif. Pertunjukan tari dan fashion show turut meramaikan festival dengan mengangkat inspirasi dari tradisi anyaman Nusantara dalam kemasan seni pertunjukan yang modern.

Tak hanya itu, Festival Tas Nusantara III juga menghadirkan Pameran Poster bertajuk "Dari Sayap ke Sayap, dari Serat ke Serat" karya 19 siswa Sekolah Desain Grafis Solo yang mengeksplorasi tas anyaman sebagai inspirasi visual dan narasi budaya.

Melalui penyelenggaraan FESTARA III, penyelenggara berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya, membuka peluang pasar bagi UMKM, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan anyaman Indonesia. (Yda)