Penandatanganan pakta integritas PPIH 1446 H/2025 M oleh seluruh kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia.

JAKARTA, solotrust.com - Penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M memasuki tahap penyiapan rekrutmen petugas. Mengusung tema Haji Ramah Lansia dan Disabilitas, rangkaian persiapan dimulai dengan penandatanganan pakta integritas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1446 H/2025 M, diselenggarakan di Jakarta, Selasa (29/10/2024).
 
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief saat memberikan arahan. Selain menjadi kesempatan berharga untuk bersilaturahmi, sembari menyempurnakan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) badan baru, proses persiapan haji sudah berjalan dengan dibukanya sistem di Arab Saudi pada 23 Oktober 2024.
 
Kakanwil Kemenag Jateng, Musta’in Ahmad tampak hadir sependapat dengan apa yang disampaikan Dirjen PHU. Menurutnya, forum dihadiri kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan kepala bidang PHU se-Indonesia menjadi kesempatan silaturahmi dan berkenalan dengan kepala dan wakil kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) dilantik Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
 
Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Moch. Irfan Yusuf Hasyim dan Wakil Kepala Dahnil Anzar Simanjuntak, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Faisal Ali Hasyim, serta Direktur Bina Haji Arsad Hidayat. Turut diundang pula kepala Kanwil Kementerian Agama dan kepala Bidang PHU seluruh provinsi se-Indonesia
 
“Adanya pakta integritas ini diharapkan proses seleksi PPIH mendatang dapat semakin membaik dan adil. Intinya petugas lebih kredibel, lebih memiliki komitmen kuat untuk bekerja sebagai petugas dan bukan sekedar menjadi kebanggaan saja,” tegas Hilman Latief.
 
Terkait kuota petugas haji, ia menyebut Arab Saudi telah menetapkan kuota sebesar satu persen atau 2.210 orang petugas untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan. Angka itu lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, yakni 4.200 petugas.
 
Disampaikan pula, mulai tahun depan, petugas haji akan dikenakan biaya saat pelaksanaan puncak haji atau masyair sesuai surat diterima dari Kerajaan Saudi.
 
“Jadi saat masyair atau puncak haji di Arafah dan Muzdalifah, petugas itu kena charge seperti jemaah, tidak gratisan lagi. Ini menjadi tantangan kita ke depan,” tandas Hilman Latief.
 
Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menambahkan pihaknya sedang menyiapkan proses rekrutmen petugas haji 1446 H/2025 M. Menurutnya, proses ini penting karena terjadi pengurangan pada kuota petugas haji tahun depan dibanding sebelumnya.
 
Sementara terkait jadwal seleksi rekrutmen PPIH  1446 H/2025 M, Arsad Hidayat mengaku akan mengumumkan informasinya pada awal November 2024.
 
“Ya, Insya Allah rencananya akan kami umumkan 4 November nanti, selanjutnya akan dielenggarakan seleksi tingkat kabupaten/kKota, provinsi dan pusat yang prosesnya akan berlangsung hingga pertengahan Desember,” tandas dia.
 
Forum diselenggarakan Sub Direktorat Bina Petugas Haji ini diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas PPIH 1446 H/2025 M oleh seluruh kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia.