Ilustrasi (Foto: Pixabay/Katya_Ershova)
Solotrust.com - Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 menjadi topik paling dicari menjelang Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 20–22 Maret 2026. THR merupakan hak normatif pekerja, baik karyawan swasta maupun aparatur negara.
Menjelang Ramadan, pertanyaan mengenai jadwal pencairan dan besaran THR kembali mengemuka di tengah masyarakat. Secara regulasi, THR bukan sekadar bonus tahunan, melainkan kewajiban yang diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan.
Perusahaan swasta wajib membayarkan THR kepada pekerja sesuai masa kerja, paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Sementara itu, pemerintah memiliki mekanisme tersendiri dalam pencairan THR bagi aparatur negara.
Sebelum memrediksi kapan kisaran waktu pencairan gaji, perlu dipahami terlebih dahulu Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi dasar payung hukum penetapan kebijakan ini. Berdasarkan PP Nomor 11 Tahun 2025, pencairan gaji aparatur sipil negara (ASN) tahun sebelumnya biasanya dilakukan pada periode Juni hingga Juli.
Kepastian jadwal pencairan THR bagi ASN disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Ia memastikan THR untuk ASN, prajurit TNI, anggota Polri, serta pensiunan akan dicairkan pada pekan pertama Ramadan 1447 H.
“(Pencairan THR) Minggu pertama puasa,” kata Purbaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (20/02/2026), dikutip dari sebuah sumber.
Proses finalisasi regulasi disebut tengah disiapkan dan akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah dalam waktu dekat. Adapun untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun. Dana itu dialokasikan bagi ASN pusat dan daerah, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, serta pensiunan PNS dan TNI/Polri berikut penerima pensiun janda, duda, dan anak.
Pengalokasian anggaran jumbo ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Selain itu, kebijakan THR diharapkan mampu mendorong konsumsi rumah tangga dan menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026. (Mutiara Agustina)
*) Berbagai Sumber
