Napak Tilas Kirab Obor yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali, Kamis (04/06/2026) malam

BOYOLALI, solotrust.com – Ribuan warga memadati ruas jalan di pusat Kota Boyolali, Kamis (04/06/2026) malam. Mereka menyaksikan secara langsung Napak Tilas Kirab Obor yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali. 
 
Kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran pasukan bregada dan prajurit dari Keraton Kasunanan Surakarta membawa berbagai pusaka kerajaan. Kirab dimulai dari Rumah Dinas Bupati Boyolali menuju kawasan Kali Gedhe dengan menempuh jarak sekira satu kilometer. 
 
Sejak sore hingga malam hari, masyarakat telah memadati sepanjang jalur kirab guna menyaksikan prosesi budaya sarat makna sejarah. Iring-iringan kirab diawali pasukan bregada dari Keraton Kasunanan Surakarta. Selanjutnya, para prajurit keraton tampil mengenakan busana tradisional lengkap sambil membawa tombak dan sejumlah pusaka kerajaan, menambah khidmat suasana acara.
 
Menariknya lagi, pembawa obor dalam kirab kali ini merupakan seluruh camat dari 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali. Kehadiran bupati bersama para camat menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.
 
Setibanya di kawasan Kali Gedhe, acara dilanjutkan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Boyolali. Prosesi kemudian diteruskan dengan serah terima obor kepada Bupati Agus Irawan yang selanjutnya menyalakan Obor Gedhe sebagai simbol semangat, harapan, dan kemajuan Kabupaten Boyolali.
 
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Budi Prasetyaningsih, menjelaskan Napak Tilas Kirab Obor merupakan salah satu upaya melestarikan tradisi, sekaligus mengenalkan sejarah daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
 
"Ini sebagai sarana melestarikan warisan leluhur kita, sekaligus mengenalkan sejarah untuk menarik wisatawan," ungkapnya. 
 
Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana mengenang sejarah lahirnya Kabupaten Boyolali, melainkan juga menjadi media menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya dan sejarah daerah.
 
"Kita mengenang jasa para pahlawan dan juga para sesepuh di Boyolali. Kita lanjutkan agar ke depan lebih baik lagi," ucapnya. 
 
Selain memiliki nilai historis dan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Boyolali. Dengan demikian, masyarakat luar dapat mengenal lebih dekat berbagai potensi wisata serta kekayaan budaya dimiliki Kota Susu.
 
Napak Tilas Kirab Obor menjadi salah satu tradisi terus dilestarikan dalam setiap peringatan hari jadi Kabupaten Boyolali. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan diharapkan tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang di tengah perkembangan zaman. (jaka)