Emak-emak dan para pemuda pemudi Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali, mencuci bendera merah putih di jalan tengah kampung, Senin (31/07/2023) sore. (Foto: Dok. solotrust.com/jaka)
BOYOLALI, solotrust.com - Tak kurang dari seratus emak-emak alias ibu-ibu dan para pemuda pemudi Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali, mencuci bendera merah putih di jalan tengah kampung mereka, Senin (31/07/2023) sore. Aksi ini dilakukan warga guna menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan RI.
Pantauan solotrust.com di Dukuh Kecik, Desa Tegalgiri, terlihat emak emak dan para pemuda pemudi datang di jalan tengah kampung sambil membawa ember berisi air serta satu bendera merah putih untuk dicuci bersama.
Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Polsek Nogosari,
Bripka Winarto, saat ditemui wartawan di lokasi pencucian bendera mengatakan, sebelum pengibaran bendera merah putih pada 1 Agustus 2023, warga secara bersama-sama mencuci bendera. Hal ini dilakukan guna menjaga kekompakan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI.
"Kami bersama warga melakukan cuci bendera secara massal untuk menyambut Hari Kemerdekaan. Pencucian bendera diikuti ibu-ibu, anak-anak hingga bapak-bapak ini bgaian dari menumbuhkan jiwa patriotisme sehingga dapat melekat di hati masyarakat," bebernya.
Selain melakukan pencucian bendera, warga juga membawa tulisan berukuran kecil bertuliskan, 'Saya Pancasila, Cinta NKRI, NKRI Harga Mati.'
"Tulisan itu bagian dari mengingatkan terhadap mereka kembali bagaimana mencintai NKRI serta Pancasila. Kegiatan ini merupakan kali pertama kami lakukan. Rencananya akan kami selenggarakan setiap tahun sekali," kata Bripka Winarto.
Salah seorang warga setempat, Sri Handayani mengaku senang bersama warga lainnya bisa turut serta mencuci bendera merah putih. Kegiatan yang baru kali pertama ini diharapkan kembali digelar tahun depan melibatkan warga lebih banyak lagi.
"Saya bersama teman-teman lainnya mencuci bendera merah putih. Kegiatan ini cukup menarik, tahun depan harus digelar lagi," harapnya. (jaka)
