Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 101 mengadakan program kerja Pendataan dan Pemetaan UMKM Batu Bata di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen
SRAGEN, solotrust.com - Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 101 mengadakan program kerja Pendataan dan Pemetaan UMKM Batu Bata di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Program ini digelar selama 20 hari, mulai 1 hingga 20 Agustus 2023.
Mayoritas penduduk Desa Srimulyo bermata pencaharian sebagai perajin batu bata. Pembuatan batu bata memiliki bahan dasar tanah padas, sekam padi, dan juga abu hasil pembakaran. Ketiga bahan itu dicampur menggunakan penggiling sebelum dicetak, dikeringkan kemudian dibakar.
Kepala Desa Srimulyo, Tri Prasetyo Utomo, mengatakan dari 2000 Kartu Penduduk (KK) dan 8000 warga, sebanyak 80 persen bermata pencaharian sebagai perajin batu bata.
Kendati demikian, data ini hanya perkiraan yang belum pasti keakuratannya. Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasihnya kepada tim mahasiswa KKN UNS Kelompok 101 atas program yang telah dilaksanakan di desa yang dipimpinnya.
“Pendataan dan pemetaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batu bata di Desa Srimulyo merupakan data base yang berguna untuk mengetahui persebaran dan seberapa banyak perajin batu bata di desa ini,” kata Tei Prasetyo Utomo.
Ketua KKN UNS Kelompok 101 sekaligus penanggung jawab program Pemetaan dan Pendataan UMKM Batu Bata, Faiz Nur Fauzi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota KKN UNS Kelompok 101 atas terlaksanakannya program kerja ini.
Pendataan dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara secara langsung kepada warga perajin batu bata. Selain itu, sembari bertanya tim yang terjun ke lapangan juga mencatat koordinat titik perajin batu bata guna dimasukkan ke Google Maps.
Sebanyak lebih kurang 300 UMKM batu bata telah didata dan sepertiga di antaranya telah dimasukkan ke Google Maps. Usaha batu bata dirintis kebanyakan sudah dimulai dari 1990-an.
Kerajinan batu bata merupakan usaha turun temurun dari nenek moyang mereka. Seiring perkembangan zaman, proses pembuatan batu bata di Desa Srimulyo semakin modern hingga kapasitas produksinya dapat mencapai 20 ribu per sekali bakar.
Dengan harga jual ke pengepul sebesar Rp500 ribu per seribu biji, batu batu produksi warga Desa Srimulyo ini telah dipasarkan ke semua wilayah Soloraya, bahkan sudah mencapai beberapa daerah lain.
Sebagai penutup, Faiz Nur Fauzi berharap agar program kerja ini dapat dilanjutkan kelompok KKN periode selanjutnya.
Kelompok KKN UNS 101 sendiri berada di bawah bimbingan Budi Siswanto, beranggotakan Faiz Nur Fauzi, Tasya Kusumahayati, Keffe Fang Wibowo, Raja Dewangga Al’ Dzaki, Tsania Yumna Salsabila, Eugenio Lay, Nurtyas Putri Irnanda, Bagas Trio Wahyu Saputra, Oasis Ridho Illahi, Anna Mayyah Soraya, dan Jesslyn Zaneta. (Faiz Nur Fauzi/kelompok 101)
