Suasana di Padma SOC yang ramai pelanggan
SOLO, solotrust.com - Ada cara unik dilakukan sebuah restoran di Kota Solo untuk membantu pedagang kecil tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tak selalu mudah. Melalui program Jajan Lokal by Padma, Padma SOC rutin memborong dagangan pedagang kuliner lokal, terutama pedagang keliling, kemudian membagikannya secara gratis kepada pelanggan.
Program berlangsung setiap Jumat itu menjadi ruang baru bagi pedagang kecil untuk mendapatkan pembeli tanpa harus berkeliling mencari pelanggan. Salah satunya dirasakan Juari (56), pedagang es potong jadul sehari-hari berjualan keliling di kawasan Pasar Gede Solo.
Pada Jumat (07/08/2026) malam, ia mendapat kesempatan menyajikan dagangannya kepada pengunjung Padma SOC di Jalan Monumen 45, Setabelan, Banjarsari. Berbagai varian es potong, seperti cokelat, durian, dan kacang hijau dibawa Juari ke restoran.
Es potong itu bukan dijual kepada pengunjung. Seluruh dagangannya telah diborong pihak restoran lalu dibagikan secara cuma-cuma.
"Alhamdulillah laku daripada di Pasar Gede nggak laku," kata Juari.
Bagi Juari, kesempatan itu cukup berarti. Pasalnya, berjualan es potong keliling di kawasan Pasar Gede bukan perkara mudah. Ia harus bersaing dengan 15 pedagang es potong lainnya untuk mendapatkan pembeli.
Selain persaingan, Juari juga harus menyesuaikan diri dengan aturan ketertiban. Ia mengaku kerap berpindah lokasi ketika berjualan di sekitar Pasar Gede karena tak diperbolehkan menjajakan dagangannya terlalu dekat dengan bangunan pasar. Biasanya, Juari mulai berjualan pukul 10.00 WIB hingga malam menggunakan sepeda motor sebagai sarana membawa dagangannya.
Pedagang Keliling Jadi Prioritas
Marketing Padma SOC, Wahyu Kuncoro Wicaksono, mengatakan program Jajan Lokal by Padma telah berjalan dua bulan. Pihaknya sengaja menyasar pedagang kecil dan pedagang keliling yang dinilai membutuhkan ruang pemasaran lebih luas.

"Tujuannya sederhana, kami mau membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Solo agar bisa tetap berjalan. Akhir-akhir ini ekonomi lumayan agak susah, kami berusaha membantu UMKM lokal untuk bisa tetap survive," kata Wahyu Kuncoro Wicaksono.
Dalam pelaksanaannya, Padma SOC membeli atau memborong produk pedagang yang diajak berkolaborasi. Produk itu lalu diberikan secara gratis kepada pelanggan restoran.
Sebelum es potong Juari, program tersebut telah menghadirkan sejumlah jajanan lokal lain, seperti cilok, es kelapa muda, hingga jadah bakar. Konsep ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak.
Pedagang mendapatkan kepastian dagangan terjual, sementara pelanggan restoran memperoleh pengalaman menikmati jajanan lokal secara gratis sambil menunggu hidangan utama. Bahkan, pelanggan dapat mengusulkan jenis jajanan yang ingin dihadirkan pada program Jumat berikutnya.
Dari Usaha Sederhana hingga Berkembang
Program Jajan Lokal by Padma juga menjadi bagian dari perjalanan Padma SOC yang tumbuh dari usaha sederhana. Restoran ini mulai dirintis pada 2024 dengan hanya empat meja makan di halaman rumah ketua RT serta empat pilihan makanan dan lima jenis minuman.
Kini, Padma SOC telah berkembang dengan belasan meja dan pilihan menu lebih beragam. Restoran ini menawarkan hidangan bergaya Western, seperti burger, pizza, salad, dan spageti dengan harga makanan di bawah Rp100 ribu.
Di tengah sajian modern, jajanan tradisional dari pedagang kecil justru mendapat ruang tersendiri melalui program Jajan Lokal by Padma. Kehadiran program ini, sekaligus membuka peluang bagi pedagang kecil untuk memperluas pasar tanpa harus mengandalkan penjualan secara berkeliling.
Bagi Padma SOC, langkah ini menjadi bentuk dukungan sederhana terhadap pelaku usaha lokal, sekaligus mempertemukan kuliner tradisional dengan pelanggan restoran. (add)
