Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Boyolali (UBY), Rabu (11/02/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kebijakan kampus dan proses pelantikan pimpinan baru

BOYOLALI, solotrust.com - Pelantikan rektor Universitas Boyolali (UBY) berlangsung dengan pengamanan ketat setelah diwarnai aksi demonstrasi dari sejumlah mahasiswa di area kampus, Rabu (11/02/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kebijakan kampus dan proses pelantikan pimpinan baru.
 
Sejak pagi hari, puluhan mahasiswa terlihat membawa poster dan spanduk berisi tuntutan mereka. Mahasiswa secara bergantian melakukan orasi di depan lokasi pelantikan, namun situasi tetap kondusif dengan pengawalan pihak keamanan kampus.
 
Sementara itu, prosesi pelantikan rektor tetap berlangsung sesuai jadwal di dalam gedung utama universitas. Pihak kampus menyatakan terbuka terhadap aspirasi mahasiswa dan mengajak seluruh pihak menjaga suasana akademik tetap kondusif.
 
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBY, Yudi Ali Wardana, mengatakan ada beberapa keluhan para mahasiswa, termasuk evaluasi kepemimpinan dari rektor selama menjabat.
 
“Kami menuntut untuk kaji ulang rektor baru dan kami akan mengawal terus mekanismenya,” kata dia.
 
Sementara, Ketua Senat UBY, Purwadi bilang, calon rektor harus melalui berbagai pertimbangan, termasuk aspek perguruan tinggi, Tri Darma serta personalitas. 
 
“Teman-teman sudah melakukan pertimbangan sebaik-baiknya dan secara objektif. Rapat senat sudah memutuskan dan mengusulkan satu nama, Pak Burhan Pranawa,” ungkapnya.
 
Tercatat dari 16 senat, ada 12 orang mengusulkan Burhan Pranawa, tiga orang mengusulkan Nanik Sutarni, dan satu suara rusak. Selanjutnya, dasar itu diserahkan kepada pihak Yayasan Bhinneka Karya (BK).
 
“Kami sudah menyerahkan hasilnya ke yayasan. Nah, dari yayasan kemudian melakukan pertimbangan dan memutuskan. Dalam pelaksanaannya, kami melihat ada perubahan,” beber Purwadi.
 
Menurut Ketua Yayasan Bhineka Karya, Indriyatmoko, selama empat tahun ini UBY masih melakukan skala prioritas dalam pembangunan. Sementara terkait tuntutan mahasiswa akan dilakukan diskusi bersama.
 
“Oke lah tuntutan mahasiswa itu, tapi yang jadi pertanyaan, justru anggaran kita cukup atau tidak. Nanti kami akan diskusikan dan nanti mana yang harus skala prioritas kita dulukan,” jelasnya.
 
Ditambahkan, tuntutan mahasiswa untuk membatalkan pelantikan tidak bisa dipenuhi. Pasalnya, keputusan rektor ada pada pembina dan harus dijalankan.
 
“Kalau dibatalkan tidak bisa, tapi kalau dikaji ulang tidak masalah karena ini yang membuat manusia. Bisa saja peraturan itu ada yang kurang pas atau gimana. Nanti kami kaji ulang,” papar Indriyatmoko. 
 
Diutarakan, mekanisme pemilihan rektor sudah sesuai dengan peraturan yang dibuat yayasan. Namun, dari senat sudah membuat berita acara dan telah melalui rapat pleno serta dibuat berita acara.
 
“Misalkan senat merasa tidak pas, dalam pelaksanaannya beda, ya mari kita kaji ulang. Ini yang buat kan sama-sama orang. Bisa jadi kalau minta, dikaji ulang, bisa juga cari konsultan dari luar,” pungkasnya.
 
Aksi demo berakhir tertib. Mahasiswa akhirnya membubarkan diri setelah melakukan audiensi dengan rektor terpilih Nanik Sutarni dan ketua yayasan. (jaka)