Deretan Bajaj Maxride siap beroperasi di Kota Solo, menghadirkan pilihan transportasi yang inklusif, fleksibel, dan mendukung mobilitas warga di kawasan perkotaan.
SOLO, Solotrust.com - Bajaj Maxride menegaskan komitmennya untuk terus beroperasi di Kota Solo dengan menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, terbuka, dan beragam demi memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Kehadiran Bajaj Maxride di Solo menjadi alternatif moda transportasi yang melengkapi sistem transportasi yang sudah ada. Max Auto menyebut segmentasi layanan Bajaj berbeda dengan ojek online, karena mengandalkan kendaraan roda dua dan roda tiga (Bajaj) yang memiliki kapasitas dan fungsi lebih fleksibel.
Selain melayani penumpang, Bajaj juga dimanfaatkan sebagai kendaraan niaga dan operasional. Berdasarkan pengalaman di Yogyakarta, banyak hotel, kawasan wisata, hingga area komersial menggunakan Bajaj sebagai shuttle tamu, transportasi internal, hingga angkutan barang. Model serupa dinilai relevan diterapkan di Kota Solo yang memiliki banyak kawasan wisata dan pusat aktivitas budaya.
General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano, menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap memberikan layanan operasional demi kepentingan warga Solo. Menurutnya, dukungan masyarakat terlihat dari sentimen positif di berbagai lini masa media sosial.
“Kami melihat banyak warga Solo yang mendukung dan berharap kami tetap melayani mereka. Hal ini kami peroleh dari pemantauan langsung sentimen positif pengguna Bajaj Maxride,” ujar Antonio pada Kamis (22/01/2025).
Sebagai platform transportasi, Bajaj Maxride juga menegaskan diri sebagai layanan yang inklusif dan terbuka untuk kolaborasi. Perusahaan membuka kesempatan bagi pengemudi ojek online untuk bergabung sebagai mitra driver Bajaj Maxride.
“Kami ingin membuktikan bahwa Bajaj bukan moda transportasi yang eksklusif, melainkan inklusif dan siap bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lainnya,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Bayu Subollah, Regional Manager Central Java Bajaj Maxride. Ia mengatakan pihaknya terus membuka koordinasi dengan komunitas ojek online di Solo demi menjaga ketertiban dan keamanan operasional, termasuk rencana menggelar kopi darat (kopdar) bersama komunitas ojol.
Dari sisi kesejahteraan mitra, Max Auto mencatat potensi penghasilan driver Bajaj di Kota Solo tergolong kompetitif. Data internal periode 1–30 Desember 2025 menunjukkan pendapatan Top 10 driver Bajaj Solo berada pada level yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan kolaboratif, pemanfaatan kendaraan multifungsi, serta komitmen terhadap inklusivitas, Bajaj Maxride optimistis dapat menjadi bagian dari solusi transportasi Kota Solo yang saling menguatkan dan berkelanjutan.
