Rangkaian Program Bawaslu Mengajar ditutup dengan penyerahan sertifikat Kelas Penyelesaian Sengketa Gelombang I. Acara penyerahan sertifikat diselenggarakan di Gedung Fakultas Syariah, UIN Raden Mas Said, Selasa (20/01/2026)
SUKOHARJO, solotrust.com - Rangkaian Program Bawaslu Mengajar ditutup dengan penyerahan sertifikat Kelas Penyelesaian Sengketa Gelombang I. Acara penyerahan sertifikat diselenggarakan di Gedung Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Selasa (20/01/2026).
Selain Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, hadir dalam kegiatan Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Muh Nashiruddin. Kehadiran kedua pimpinan lembaga ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat literasi kepemiluan dan penyelesaian sengketa di masyarakat, khususnya di kalangan akademisi dan mahasiswa.
Program Kelas Penyelesaian Sengketa sendiri telah dimulai sejak 1 September 2025 melalui kelas perdana, dengan peserta 32 orang dan berlangsung selama lebih kurang 12 kali pertemuan. Sepanjang pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting dari Bawaslu Sukoharjo.
Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Rochmad Basuki, materi yang disampaikan di antaranya soal pencegahan terjadinya pelanggaran dan sengketa pemilihan umum (Pemilu). Bawaslu juga memberikan materi mekanisme pengajuan permohonan sengketa pemilu dan pemilihan, serta strategi mediator dalam penyelesaian sengketa proses pemilu dan pemilihan.
"Praktik sidang semu yang terbagi dalam dua sesi utama, yakni ujian praktik sidang semu adjudikasi dan musyawarah terbuka penyelesaian sengketa," imbuhnya.
Lebih lanjut, Rochmad Basuki menyampaikan, kegiatan ini bukan hanya menjadi penutup program, namun juga tonggak penting dalam membangun demokrasi yang baik, sekaligus menjadi sarana masukan untuk Bawaslu Sukoharjo.
“Program ini kami harapkan dapat terus ditingkatkan dengan partisipasi lebih aktif maupun jumlah mahasiswa lebih banyak. Dengan begitu, ini mampu mendorong partisipasi publik, sekaligus berkontribusi menjaga integritas proses pemilu di masa mendatang,” bilangnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Muh Nashiruddin, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan Bawaslu dalam memperkuat pengetahuan dan partisipasi mahasiswa demi mewujudkan demokrasi bermartabat. Kegiatan ini, menurutnya menjadi ruang belajar yang bersifat kolaboratif, sekaligus memperkuat peran kampus dalam mendukung nilai demokrasi lebih bermartabat dan berkualitas.
"Kami berharap kegiatan ini dapat semakin baik dan terus berlanjut di tahun depan," pungkasnya. (nas)
