Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali Fauzan Arif Munandar mengambil formulir di Sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai bakal calon bupati (Bacabup), Jumat (31/05/2024)

BOYOLALI, solotrust.com - Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali Fauzan Arif Munandar mengambil formulir di Sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai bakal calon bupati (Bacabup), Jumat (31/05/2024).
 
Sebelumnya, Fauzan Arif Munandar juga sempat mengambil formulir di DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai bakal calon wakil bupati (Bacawabup). Didampingi tim pemenangan, relawan, simpatisan, dan grup hadrah, Fauzan Arif Munandar datang ke kantor DPC PKB Boyolali.
 
Fauzan Arif Munandar mengatakan, pengambilan formulir pendaftaran bakal calon bupati di PKB ini untuk melengkapi persyaratan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sebagai calon bupati dan wakil bupati harus didukung partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi DPRD. 
 
”Di Boyolali untuk bisa mendaftar dan maju sebagai calon bupati harus didukung partai koalisi. Waktu itu sempat mengambil formulir di Partai Gerindra, tapi tidak menutup kemungkinan nanti juga silaturahmi ke Lartai Golkar,” kata dia.
 
Diutarakan, Fauzan Arif Munandar bersama tim relawan merupakan putra dan keluarga besar PKB. Jadi, menurutnya wajar kalau mengambil formulir di Partai Kebangkitan Bangsa untuk bacabup.  
 
”Kami bersama relawan ini adalah kader PKB. Para kiai, guru hingga relawan mendorong saya untuk maju sebagai bupati. Akhirnya kami membulatkan tekad untuk mengambil formulir sebagai calon bupati di PKB,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua DPC PKB Boyolali, Eko Mujiono mengaku senang dengan banyaknya tokoh mendaftar wakil bupati dan bupati melalui partainya. 
 
“Sampai saat ini sudah ada lima tokoh mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati, yakni Turisti Hindriya, Suyono, Signori, Fuadi, Zen Al Fatih, dokter Fauzan,” urainya.
 
Berkas seluruh pendaftar akan dikirim ke DPW dan DPP PKB. Selanjutnya DPP akan memberikan rekomendasi terkait pencalonan tersebut. 
 
“PKB perolehan tiga kursi ini harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung pasangan calon bupati. Kami sepakat koalisi dengan Partai Golkar maupun Gerindra,” pungkas Eko Mujiono. (jaka)