Kedatangan kelompok terbang (Kloter) 81 atau dikenal sebagai Kloter Sapu Jagad di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/06/2026), menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasional pemulangan jemaah haji Debarkasi Solo tahun ini

BOYOLALI, solotrust.com – Sebanyak enam jemaah haji asal Jawa Tengah tergabung dalam Debarkasi Solo masih tertinggal di Arab Saudi, meski masa operasional pemulangan jemaah haji 2026 telah berakhir. Mereka belum dapat dipulangkan lantaran masih harus menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatan.
 
Kedatangan kelompok terbang (Kloter) 81 atau dikenal sebagai Kloter Sapu Jagad di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/06/2026), menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasional pemulangan jemaah haji Debarkasi Solo tahun ini.
 
Setibanya di Asrama Haji Donohudan, sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan langsung mendapatkan penanganan. Beberapa di antaranya dievakuasi menggunakan mobil ambulans menuju poliklinik asrama haji untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.
 
Sebagian jemaah lainnya juga harus dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi kesehatan masing-masing untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo mencatat, hingga kedatangan kloter terakhir masih terdapat enam jemaah haji asal Jawa Tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit Arab Saudi.
 
Ketua PPIH Debarkasi Solo, Fitriyanto, menyampaikan seluruh proses pemulangan hingga kloter terakhir berjalan dengan lancar dan tertib tanpa kendala berarti.
 
“Berakhirnya pemulangan kloter 81, seluruh rangkaian debarkasi berjalan lancar. Kami berharap kedatangan kloter terakhir ini menjadi penutup yang baik bagi seluruh penyelenggaraan ibadah haji 2026,” kata Fitriyanto.
 
PPIH Debarkasi Solo memastikan proses pemulangan enam jemaah yang masih berada di Arab Saudi akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan memungkinkan untuk melakukan perjalanan kembali ke Tanah Air. (jaka)