Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Kemenpar)
Solotrust.com - Indonesia bukan cuma kaya keindahan alam, namun juga menyimpan pesona kehidupan masyarakat penuh tradisi dan budaya. Salah satu cara terbaik untuk merasakan kehangatan dan keaslian kehidupan lokal adalah dengan berkunjung ke desa wisata.
Ya, di desa wisata, kamu bukan Cuma bisa menikmati panorama alam menawan, namun juga dapat ikut serta dalam aktivitas sehari-hari masyarakatnya, mulai dari bertani, menenun, hingga menyantap kuliner khas daerah.
Nah, saat berkunjung ke desa wisata, kamu akan diajak memahami nilai-nilai kearifan lokal, menyelami tradisi, serta merasakan keramahan masyarakat yang menjadi ciri khas Indonesia. Berikut delapan desa wisata menarik buat kamu kunjungi, dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI, kemenpar.go.id.
1. Desa Penglipuran, Bali
Terkenal dengan kebersihan dan tata ruang rapi, Desa Penglipuran di Bangli, Bali merupakan contoh nyata desa adat yang terjaga. Jalan-jalan batu cukup bersih, rumah tradisional, serta budaya ramah lingkungan menjadikannya destinasi favorit wisatawan.
Pengunjung juga bisa menyaksikan upacara adat, menyicipi kuliner khas Bali, dan belajar tentang sistem adat yang hingga kini masih terjaga. Di sini kamu juga dapat berjalan menyusuri kebun bambu luas, ciri khas desa ini. Kehangatan penduduk lokal membuat pengalaman wisata terasa personal dan menyenangkan.
2. Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur
Udara sejuk, hamparan hutan hijau, serta keramahan penduduk membuat pengalaman berkunjung ke Wae Rebo terasa sangat berkesan. Kamu juga dapat menginap di rumah adat, sekaligus merasakan keseharian penduduk, mulai dari bercocok tanam hingga mengikuti upacara adat lokal. Lokasi desa berada di ketinggian membuat pengunjung harus mendaki beberapa jam untuk mencapainya, menjadikan perjalanan terasa seperti petualangan penuh makna.
3. Desa Sade, Lombok
Kamu dapat belajar menenun kain tradisional, menyicipi makanan khas Lombok, hingga menyaksikan prosesi adat setempat. Kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan perajin kain songket yang masih mempertahankan teknik tradisional, serta menikmati pertunjukan musik dan tarian lokal.
4. Desa Baduy, Banten
Suku Baduy dikenal dengan kehidupan sederhana dan menjaga adat nenek moyang. Desa Baduy menawarkan suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk modernisasi. Mengunjungi Baduy memberi kesempatan untuk mengenal cara hidup masyarakat yang menghargai alam dan kesederhanaan. Kamu bisa berjalan kaki menyusuri jalur setapak di hutan, serta berbincang dengan penduduk setempat untuk memahami filosofi hidup mereka.
5. Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Toraja identik dengan rumah adat Tongkonan dan tradisi pemakaman uniknya. Desa-desa di Toraja penuh nilai budaya dan sejarah, menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menyelami kebudayaan lokal.
Kamu dapat melihat langsung ritual adat serta keindahan arsitektur rumah tradisional yang megah. Kamu juga bisa berkunjung ke situs pemakaman tebing dan patung Tau-Tau serta menyicipi kopi Toraja yang terkenal.
6. Desa Nglanggeran, Yogyakarta
Desa Nglanggeran dikenal sebagai sentra produksi kakao lokal. Wisatawan bisa belajar proses pembuatan cokelat dari petani setempat, mencoba kegiatan outbond, hingga menikmati panorama sunrise spektakuler dari atas bukit.
7. Desa Tamansari, Banyuwangi
Desa Tamansari berada di lereng Gunung Ijen dan dikenal sebagai salah satu desa wisata berbasis konservasi dan ekonomi kreatif. Dari sini, wisatawan dapat mengakses Kawah Ijen dan menyaksikan fenomena blue fire.
Selain itu, desa ini mengembangkan homestay berbasis rumah warga, pertunjukan kesenian lokal, dan wisata edukasi kopi. Lingkungan desa asri dan suasana khas pedesaan Jawa Timur menjadi daya tarik utamanya.
8. Desa Wukirsari, Yogyakarta
Desa Wukirsari di Kabupaten Bantul memiliki kekayaan budaya berupa sentra batik tulis yang ada di Kampung Giriloyo. Di sini sebagian besar warga Desa Wukirsari bekerja sebagai perajin batik.
Itulah delapan desa wisata di Indonesia menarik dikunjungi untuk melihat keragaman budaya masyarakatnya.
