Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karanganyar secara resmi meluncurkan sebuah buku bertajuk Karya Adhysta Pemilu di salah satu hotel kawasan Karanganyar kota, Rabu (17/12/2025)

KARANGANYAR, solotrust.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karanganyar secara resmi meluncurkan sebuah buku bertajuk 'Karya Adhysta Pemilu' di salah satu hotel kawasan Karanganyar kota, Rabu (17/12/2025).

Buku ini merekam banyak fakta lapangan selama berlangsungnya pemilihan legislatif 2024. Buku disusun dari pengalaman nyata 13 pengawas Bawaslu Karanganyar ini, menyajikan catatan langsung para pengawas tentang dinamika pengawasan, penindakan pelanggaran, hingga proses hukum mengiringi pesta demokrasi di daerah.

Acara peluncuran buku Karya Adhysta Pemilu turut dihadiri Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes), Muhammad Azil Maskur. Ia menyebut buku ini memiliki nilai strategis sebagai dokumentasi proses demokrasi lokal.

Ketua Bawaslu Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti, mengatakan peluncuran buku ini menjadi upaya Badan Pengawas Pemilu membuka ruang literasi kepemiluan lebih luas. Pasalnya, selama ini proses pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) kerap berhenti pada laporan administratif, tanpa terdokumentasi secara naratif dan mudah dipahami publik.

Sekadar informasi, istilah nama ‘Adhysta’ diambil dari bahasa Sanskerta, bermakna ‘pengawas’. Nuning Ritwanita Priliastuti sengaja menggunakan nama ini untuk merepresentasikan mandat Bawaslu sebagai penjaga demokrasi, khususnya dalam memastikan pilkada berjalan jujur dan adil.

Buku ini tidak sekadar mencatat pelanggaran. Di dalamnya dijabarkan secara utuh bagaimana pengawasan dilakukan, mulai dari pencegahan, penanganan laporan, hingga perkara berujung putusan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap. Selain itu juga memuat peristiwa lapangan dihadapi selama tahapan pilkada, termasuk dilema, tantangan, serta langkah-langkah strategis dalam menegakkan aturan.

"Buku ini digagas sejak masa nontahapan pilkada. Bawaslu menilai pengalaman pengawasan perlu diarsipkan dalam bentuk karya tulis agar dapat menjadi pembelajaran bersama,” ungkap Nuning Ritwanita Priliastuti.

Proses penulisan berlangsung selama beberapa bulan dan dimulai sejak September. Seluruh unsur Bawaslu Karanganyar, mulai pimpinan, sekretariat, hingga pengawas kecamatan, terlibat aktif menuangkan pengalaman mereka selama bertugas.

"Buku ini diharapkan menjadi bahan bacaan, sekaligus refleksi bagi pengawas pemilu, mahasiswa, peneliti, jurnalis, serta warga yang memiliki perhatian pada isu demokrasi,” pungkas Nuning Ritwanita Priliastuti. (joe)