Citroen melakukan penetrasi pangsa pasar Soloraya dengan dua produk teranyarnya, yakni Electic Vehicle (EV) e-C3 dan All New Citroen C3 Aircross SUV
SOLO BARU, solotrust.com - Produsen mobil asal Eropa, Citroën mulai menjamah pasar Soloraya di paruh kedua 2024. Sebelumnya, Citroën resmi masuk pasar Indonesia melalui PT Indomobil Wahana Trada di 2022.
Citroen melakukan penetrasi pangsa pasar Soloraya dengan dua produk teranyarnya, yakni Electic Vehicle (EV) e-C3 dan All New Citroen C3 Aircross SUV. Dua mobil ini menawarkan kekokohan, aksesbilitas mudah, rasa aman serta pengalaman merasakan suspensi nyaman ala Citroën.
Desain SUV All New Citroen C3 Aircross compact dengan panjang 4,39 meter, konfigurasi lima tempat duduk yang bisa diubah menjadi seven seater berkat fitur knock down seater-nya.
Desain interiornya memberikan kenyamanan bagi pengendara maupun penumpangnya, sekaligus menyediakan hiburan terintegrasi melalui Intuitive Technology Info10ment dan 7" di MID.
Hal itu pun tak mengganggu kemampuan bermanuver mesin berkapasitas 1.200cc berteknologi turbo. Desain eksterior mobil juga nampak gagah dengan sejumlah garis lurus tegas di bagian samping dan depannya.
Sementara Electic Vehicle (EV) e-C3 memiliki kapasitas baterai 29,2 kWh, Max Power 57 PS dan Max Torque 143 NM Range (jarak tempuh) 320 kilometer.
Kepala Cabang PT Wahana Sun Solo (Indomobil Citroen Solo Baru), Doni Lusianto, mengatakan pihaknya mulai 1 Juli 2024 sudah melayani penjualan, servis serta penyediaan suku cadang demi menunjang kenyamanan pengguna Citroen.
Khusus untuk Jawa Tengah dan DIY, Doni Lusianto menyebut sales dan bengkel Indomobil berada di Kota Solo, Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Kudus, dan Magelang.
"Adapun untuk mendukung produksi, ada pabrik Indomobil di Subang, Jawa Barat yang akan memproduksi varian Citroen e-C3 All Electric. After sales juga kami persiapkan ada 22 cabang ekslusif sales, sparepart, dan servis. Teknisi kami pun tersertifikasi dan kebutuhan spare part bisa diakses ke seluruh Indonesia," ucapnya, Kamis (18/07/2024).
Citroen berencana membuka pabrik produksi mobil elektriknya di Indonesia pada Agustus 2024 nanti, sehingga akan menambah khazanah mobil elektrik di pasar Indonesia.
"Pasar mobil elektrik terbuka lebar di Indonesia yang membuat kami optimistis Citroen akan tumbuh dengan baik. Apalagi di Soloraya yang memiliki tingkat ekonomi lebih baik, jadi kami yakin di semester kedua ini penjualan SUV akan baik," imbuh Doni Lusianto.
Sejak 1919, Citroën telah menghadirkan mobil, teknologi, dan solusi mobilitas untuk merespons perubahan dalam masyarakat. Citroën memiliki berbagai model, seperti Ami yang khas, produk mobilitas listrik dirancang untuk perkotaan, hingga sedan, SUV dan kendaraan komersial, sebagian besar tersedia dalam versi hibrida listrik atau isi ulang. (add)
