Serial animasi legendaris Doraemon. (Dok. Instagram/@doraemon_indonesia_official)

Solotrust.com - Kabar mengenai serial animasi legendaris Doraemon yang disebut berhenti ditayangkan mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Isu ini memicu beragam reaksi dari penggemar lintas generasi, mulai dari rasa sedih, nostalgia, hingga kebingungan atas kebenaran informasi itu.

Doraemon merupakan anime asal Jepang karya Fujiko F Fujio yang telah menemani penonton sejak kali pertama tayang di Indonesia pada 1990. Di Indonesia, Doraemon menjadi salah satu tontonan anak paling populer dan telah mengudara selama puluhan tahun melalui berbagai stasiun televisi nasional. Kisah robot kucing dari abad ke-22 yang membantu Nobita dengan alat-alat ajaibnya menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil banyak orang.

Isu penghentian penayangan ini mencuat setelah beredarnya unggahan di media sosial menyebutkan Doraemon tak lagi tayang di televisi. Salah satunya tampak dari postingan akun Instagram @folkative, Senin (05/01/2026).

“Kabarnya Doraemon telah berhenti tayang di RCTI setelah ditayangkan selama hampir 30 tahun sejak 1990. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan mengapa acara tersebut tidak lagi ditayangkan. Bagaimana menurut kamu?” tulis akun tersebut.

Menanggapi isu tersebut, banyak warganet menilai hal itu sebagai ‘akhir sebuah era’, mengingat Doraemon tak hanya sekadar hiburan, namun juga pesan moral tentang persahabatan, kejujuran, dan kerja keras.

“Sedih juga ya, padahal Doraemon itu kartun yang nemenin masa kecil kita 😢Ya gitu lah semua ada masanya, makasih ya Doraemon udah nemenin masa kecil kita,” bilang akun @khoir_cecilion.

“Padahal Doraemon adalah animasi yang bahasa Indonesianya sangat sopan dan sesuai EYD. Cocok masuk ke telinga berbagai usia, fantasi yang bagus untuk tontonan anak-anak. Sedih banget,.tapi mau gimana lagi,” tulis akun @one041824.

Adapun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi menyebutkan Doraemon benar-benar dihentikan secara permanen. Sejumlah pihak menilai kabar itu lebih berkaitan dengan perubahan jadwal siaran televisi dan pergeseran kebiasaan menonton masyarakat ke platform digital. Saat ini, Doraemon masih dapat diakses melalui layanan streaming resmi dan media digital tertentu.

Pakar media menilai fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam industri penyiaran. Tayangan televisi konvensional semakin bersaing dengan platform online menawarkan fleksibilitas waktu dan pilihan konten lebih luas.

Kendati demikian, kecintaan masyarakat terhadap Doraemon tetap kuat. Banyak penggemar berharap serial ini terus hadir dan dapat dinikmati generasi baru, baik melalui televisi maupun platform digital. Bagi sebagian besar penonton, Doraemon bukan sekadar serial animasi, melainkan simbol kenangan masa kecil tak tergantikan. (Anastasya Zefanya)

*) Berbagai Sumber