Warga RT 02 Dukuh Jetis, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, melakukan inisiatif luar biasa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Mereka memasang bendera merah putih sepanjang 1.5 km di jalan poros desa. (Foto: Dok. solotrust.com/Rossalia Yolanda Putri)
SUKOHARJO, solotrust.com - Warga RT 02 Dukuh Jetis, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, melakukan inisiatif luar biasa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Mereka memasang bendera merah putih sepanjang 1.5 km di jalan poros desa.
Kegiatan ini dilakukan warga secara swadaya sebagai simbol semangat nasionalisme dan gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. Pemasangan bendera merah putih sepanjang 1.5 km ini kali pertama dilakukan di Dukuh Jetis, menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan sebagai momentum makna.
Selain pemasangan bendera, warga juga menghias desa dengan 320 bendera merah putih, sesuai dengan jumlah jiwa di RT tersebut. Bukan itu saja, warga pun memasang 78 umbul-umbul, melambangkan jumlah kepala keluarga.
Seluruh proses persiapan, mulai dari pengecatan, pengumpulan bambu, hingga pemasangan bendera maupun umbul-umbul telah dilakukan sejak awal Juli secara bergotong royong.
Tokoh masyarakat setempat, Juni, mengungkapkan tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar mencari rekor, namun lebih kepada menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, khususnya kepada generasi muda.
“Kami ingin generasi muda di kampung kami mencintai negeri ini, menghargai kemerdekaan, dan bangga terhadap desa mereka,” ungkap Juni penuh semangat, saat berbincang dengan solotrust.com baru-baru ini.
“Kami ingin menunjukkan desa kami bisa maju, bisa mandiri, dan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tambahnya.
Dalam upaya mengabadikan semangat ini, warga sempat mengajukan pemasangan bendera sepanjang 1.5 km ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Namun, karena belum melampaui rekor nasional, yakni 18 km yang dicapai kabupaten di Papua, permohonan belum dikabulkan. Kendati demikian, warga tetap bangga karena semangat nasionalisme menjadi hal paling utama.
Ketua RT 02, Suwardi, juga menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga.
“Kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa semangat persatuan. Semua ikut bergerak, mulai dari anak-anak, pemuda, ibu-ibu hingga bapak-bapak. Tidak ada paksaan, semua murni sukarela. Inilah semangat gotong royong yang patut dipertahankan,” ujarnya.
Tak hanya warga, dukungan juga datang dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat sekitar. Pemerintah desa memberikan dukungan moral, sementara pembiayaan sepenuhnya ditanggung warga secara swadaya. Total dana terkumpul mencapai sekira Rp30 juta, diperoleh dari sumbangan sukarela serta kontribusi barang dan tenaga dari masyarakat.
Sebagai puncak acara, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dijadwalkan akan hadir pada 12 Agustus 2025 untuk meresmikan wilayah tersebut sebagai Jetis Merah Putih, nama yang diambil dari sebutan Dukuh Jetis. Dalam kesempatan itu juga akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren di sebelah masjid setempat.
Warga berharap kegiatan ini tak hanya menjadi simbol kemeriahan peringatan HUT RI, namun juga menjadi pemicu semangat kemajuan desa.
Dengan semangat merah putih berkibar di sepanjang jalan, Dukuh Jetis telah membuktikan semangat cinta Tanah Air tak mengenal batas wilayah.
*) Reporter: Rossalia Yolanda Putri/Nirmala Asnaliza Mutiarasani
