Sekretariat Relawan Masyarakat Transportasi (Matra) Jawa Tengah menggelar kampanye untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024
SEMARANG, solotrust.com - Sekretariat Relawan Masyarakat Transportasi (Matra) Jawa Tengah menggelar kampanye untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Para pendukung Ganjar Mahfud yang hadir memperoleh kaus, brosur, dan mangkuk sebagai bentuk kesantunan berkampanye.
Ketua Matra Jateng, Bambang Pranoto Purnomo berharap para pendukung Ganjar-Mahfud mampu menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memilih pasangan calon nomor urut tiga agar bisa terpilih menjadi pemimpin negara periode 2024-2029.
"Kesantunan berkampanye dari Matra Jateng ini diharapkan masyarakat yang menerima apa yang kami sampaikan tadi bisa sosialisasi ke masyarakat luas untuk memiliki serta menjadikan Bapak Ganjar Pranowo dan Bapak Mahfud MD sebagai presiden dan wakil presiden," ucapnya, Sabtu (06/01/2024).
Di acara ini, Matra Jateng membagikan alat peraga kampanye, masing-masing sebanyak seribu buah.
Di lain sisi, menyikapi kejadian di Boyolali beberapa waktu lalu antara pendukung Ganjar-Mahfud dan oknum anggota TNI, Matra Jateng telah berkoordinasi dengan sekjen dan korwil Matra Jateng se-Jawa Tengah agar berkampanye dengan cara santun melalui pendekatan baik. Upaya ini terus dilakukan simpatisan di kabupaten/kota Jawa Tengah tiap akhir pekan.
"Memberikan sosialisasi secara santun kepada masyarakat dengan memberikan kaus, brosur, dan cenderamata, itu yang kami lakukan," ungkap Bambang Pranoto Purnomo.
Adanya larangan kampanye dengan knalpot brong, Matra Jateng menyambut baik, apalagi organisasi ini bergerak di bidang transportasi. Kendati demikian, ia meminta agar perihal itu dicantumkan pada aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dirinya melihat, kampanye dengan knalpot brong sudah ada sejak 1977 lalu hingga sekarang. Hal itu dirasakan sudah menjadi bagian tradisi berkampanye. Harapannya agar penggunaannya juga tidak dilakukan semua simpatisan partai politik.
"Tahun 1977 hingga sekarang ini dilakukan anak-anak muda untuk meramaikan dengan riuh. Kegaduhan bisa diantisipasi manakala aturan dituangkan dalam KPU bahwa untuk selanjutnya partai apa pun, pendukung apa pun tidak boleh dengan knalpot brong," tegas Bambang Pranoto Purnomo.
Ia memendang, penggunaan knalpot brong tidak serta merta terjadi pada 2024. Penggunanya bahkan terjadi sejak era demokrasi di Indonesia.
"Kami minta agar tidak dipolitisasi, untuk kami menyiasati kami melakukan kampanye santun dengan teman-teman. Oke ini yang dilakukan Matra Jateng ke 35 kabupaten kota di Jawa Tengah," imbuhnya.
Dengan upaya ini, Bendahara Matra Jateng, Suyatmin berharap Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mampu meraup 80 persen suara di Jawa Tengah. Harapan itu kemungkinan besar bisa terjadi karena ia menilai kecerdasan masyarakat sangat luar biasa. Kemampuan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sudah terbukti kapasitasnya menjadi tolok ukur baginya untuk meraih 80 persen suara.
"Tiga terbaik, menurut Matra Jateng yang paling terbaik adalah Ganjar Pranowo, begitu juga calon wakil presiden yang terbaik adalah Mahfud MD," ungkapnya.
Tak hanya masyarakat Jawa Tengah, Sekjen Matra Jateng, Hadi Mustofa juga menegaskan masyarakat Indonesia menilai sudah mengetahui kapasitas mereka sebagai calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.
Dengan realita ini, masyarakat diimbau untuk bahu-membahu memilih calon pemimpin terbaik untuk menyambut Indonesia Emas di 2045 mendatang. (fjr)
