Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) dan rapat kerja nasional (Rakernas) di Solo, Jumat (30/5/2025)
SOLO, solotrust.com - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) dan rapat kerja nasional (Rakernas) di Solo, Jumat (30/5/2025). Rapimnas dan rakernas kali ini mengusung tema Asta Cita dan Generasi Emas Indonesia, Langkah Kecil untuk Cita-cita Besar.
Acara ini berlangsung mulai 29 Mei hingga 1 Juni 2025 dan diikuti sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, mengatakan rapimnas dan rakernas GAMKI tahun ini membahas isu-isu strategis selaras dengan visi misi Asta Cita pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pembahasan di antaranya terkait persiapan sumber daya manusia (SDM), evaluasi program kerja GAMKI selama beberapa tahun lalu, serta menentukan rencana rakernas tahun depan.
“Kami optimistis ketika SDM bisa dipersiapkan dengan baik, maka cita-cita Indonesia Emas akan tercapai. Jika SDM tidak bisa disiapkan, maka kita masih kesulitan pastinya mencapai target pembangunan di 2045,” jelasnya usai membuka rapimnas dan rakernas GAMKI.
Hal itu dilakukan salah satunya agar GAMKI menjadi mitra pemerintah.
“Kami mendukung penuh program pembangunan pemerintah. Di lain sisi juga hadir di sini GAMKI dari seluruh Indonesia, baik dari cabang maupun provinsi yang tentunya mengetahui isu-isu apa, persoalan-persoalan apa yang terjadi di daerah," kata Sahat Martin Philip Sinurat.
Momen ini diharapkan bisa memberi masukan kepada pemerintah. Harapannya pemerintah tak hanya membuat program secara jargon, namun bagaimana mengimplementasikannya hingga ke pelosok daerah.
"Kami ingin menjadi mitra yang kritis dan juga mitra strategis dari pemerintah,” tambahnya.
Selain program sumber daya manusia, GAMKI juga serius membahas isu kekerasan seksual perempuan dan anak pada ruang digital. GAMKI telah memiliki program gerakan advokasi untuk mengedukasi perempuan dan anak, serta melakukan perlindungan pada kasus kekerasan seksual.
“Gerakan advokasi berkaitan dengan membuat pelindungan dan advokasi perempuan, anak, dan hukum, serta membuat LBH (Lembaga Bantuan Hukum) GAMKI,” jelas Sahat Martin Philip Sinurat.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, berpesan agar GAMKI membuat program yang baik untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, serta menjadi pendukung dan akselerator untuk bisa tercapainya program sampai ke bawah.
“Saya minta GAMKI buat program yang baik untuk memperjuangkan, misalnya terkait Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, MBG (Makan Bergizi Gratis), program-program nasional. Harapannya bisa menjadi pendukung dan akselerator untuk bisa tercapainya program sampai ke bawah,” ungkapnya. (add)
