Pentas Musik Keroncong Nusantara di Pendopo Ageng Gendhon Humardhani, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Selasa (09/12/2025) malam. (Foto: Dok. solotrust.com/Fanissya Suryaningrum)
SOLO, solotrust.com – Pendopo Ageng Gendhon Humardhani di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) kembali bergema dengan alunan merdu dalam acara rutin Pentas Musik Keroncong Nusantara, Selasa (09/12/2025) malam. Acara telah memasuki pelaksanaan keenam ini selalu sukses menarik perhatian pecinta musik di Jawa Tengah dan sekitarnya, menegaskan komitmen TBJT dalam melestarikan, sekaligus memodernisasi warisan musik bangsa.
Pentas keroncong pada Selasa malam menampilkan dua orkes keroncong (OK) dengan reputasi patut diperhitungkan. Mereka adalah OK Dewa Ruci Reborn dari Kabupaten Wonogiri dan OK Pesantenan Entertainment dari Kabupaten Pati. Kedua grup ini berhasil membawakan lagu-lagu keroncong klasik maupun kontemporer dengan aransemen apik, memukau puluhan penonton yang memadati pendopo.
Acara utama diselenggarakan adalah Pentas Musik Keroncong Nusantara. Kegiatan ini merupakan agenda rutin diselenggarakan dua kali dalam sebulan. Tujuannya memberikan ruang tampil bagi komunitas dan musisi keroncong dari berbagai daerah serta memperkenalkan genre musik ini kepada audiens lebih luas, terutama generasi muda.
Pentas musik dimulai tepat pukul 20.00 WIB di Pendopo Ageng Gendhon Humardhani, bagian integral dari kompleks Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT). Dalam sambutan pembukaannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala TBJT menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat. Ia pun berharap musik keroncong dapat terus berevolusi dan menjadi lebih modern.
"Kami berharap dengan konsistensi acara ini, musik keroncong tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi juga dapat menyentuh hati masyarakat pecinta musik Jawa Tengah secara luas," kata dia.
"Upaya modernisasi dalam aransemen dan kolaborasi dengan genre lain sangat penting agar musik keroncong tetap relevan dan disenangi, sehingga masyarakat bisa menikmati musik dengan senang," sambungnya.
Konsistensi pelaksanaan acara sebanyak dua kali sebulan yang kini telah mencapai enam kali pelaksanaan, menunjukkan keseriusan TBJT dalam menjaga keberlanjutan musik tradisional. Selain penampilan langsung, acara ini juga disiarkan secara langsung melalui live streaming Taman Budaya Jawa Tengah, memungkinkan penikmat musik di luar kota untuk turut menyaksikan kemeriahan pentas.
Salah satu penonton, Rina (24), mahasiswa asal Solo, mengungkapkan kegembiraannya.
"Saya baru kali pertama nonton keroncong langsung dan ternyata asyik sekali. Musiknya tidak kaku, malah lagu-lagu hits kekinian bisa diaransemen jadi keroncong. Pesantenan Entertainment keren banget membawakan lagu dengan nuansa lebih fresh," katanya.
Rina berharap acara ini bisa terus diadakan untuk menarik lebih banyak kaum muda.
Pentas Musik Keroncong Nusantara di TBJT bukan sekadar tontonan, melainkan menjadi wadah penting untuk regenerasi dan inovasi musik tradisional, menjadikannya warisan budaya tak lekang waktu.
*) Reporter: Fanissya Suryaningrum/Zulaikhah Nur Istiqomah
