Pengurus Wilayah IPHI Jateng menggelar Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) Ramadan 1447 H/2026 M di Rumah Ketua PW IPHI Jateng, Imam Taufiq, Sabtu (28/02/2026) malam. (Foto: Dok. Istimewa)
SEMARANG, solotrust.com - Pengurus Wilayah IPHI Jateng menggelar Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) Ramadan 1447 H/2026 M di Rumah Ketua PW IPHI Jateng, Imam Taufiq, Sabtu (28/02/2026) malam.
Sebagai tuan rumah, Imam Taufiq menyambut rombongan PW IPHI Jateng bersama Majelis Taklim Perempuan (MTP) IPHI Jateng, Angkatan Muda Haji Indonesia (AMHI) IPHI Jateng, para tetangga, dan santri Pesantren Darul Falah Besongo.
Acara diawali salat isya', tarawih, dan witir, diimami ustaz Muhammad Makmun Abha. Selanjutnya dilakukan silaturahim dan ramah tamah dengan diawali pembacaan Alquran menggunakan langgam Jawa.
Acara silaturahim ini diakhiri dengan tausiah oleh KH Mohammad Arja Imroni, pengasuh Pesantren al-Ma'rifat Semarang yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Ketua PW IPHI Jateng, Imam Taufiq dalam sambutannya mengatakan, momentum Ramadan menjadi suasana tepat bagi IPHI Jateng untuk berkhidmah kepada umat.
''IPHI dengan suasana pengurus baru membutuhkan kebersamaan yang lebih solid,” katanya.
Menurut Imam Taufiq, IPHI adalah organisasi yang pengurus dan anggotanya lulusan Tanah Suci. Dalam arti, semua sudah pernah menjalankan ibadah haji.
"Ibadah yang tidak hanya menekankan pada aspek ritual saja, namun juga ibadah yang kemabrurannya juga diukur sejauh amal sosialnya dijalankan," lanjutnya.
Sementara itu, pengasuh Pesantren al-Ma'rifat Semarang, Mohammad Arja Imroni, mengajak para jemaah untuk bersyukur dan mengharap maghfirah dari Allah dalam momentum memasuki sepuluh hari kedua Ramadan.
‘’Dalam sebuah hadits, nabi bersabda yang artinya Ramadan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka,'' katanya
Kiai Arja Imroni juga mengajak para jemaah untuk bisa meningkatkan kualitas puasanya. Pasalnya, amal baik sebagaimana puasa, bisa jadi hanya mendapatkan haus dan dahaga saja, tidak sampai kepada rida Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Menurut Kiai Arja Imroni, hal itu bisa jadi karena adanya penghalang dalam ibadah. Salah satunya karena bisa saja puasa yang dilakukan masih membutuhkan validasi dari orang lain, serta berharap sesuatu yang lain selain ikhlas karena Allah.
"Imam Ghazali mengatakan bahwa bisa saja amal kita, seperti puasa Ramadan kita ini, tidak sampai kepada Allah karena ada faktor penghalang atas tersampainya amal kita kepada Allah. Penghalang itu, di antaranya adalah sifat pamer atau riya dan motif keduniaan dalam ibadah kita," imbuhnya.
Selain sikap riya dan motif duniawi, lanjut Kiai Arja Imroni, amal juga bisa terhalang diterima Allah karena adanya tipu daya setan serta hawa nafsu.
Dalam akhir ramah tamah, pengurus IPHI Jateng menginformasikan pada Sabtu (07/03/2026) malam akan mengadakan salat tarawih dan silaturahim bersama takmir Masjid Undip Pleburan Semarang dalam rangka peringatan Nuzulul Quran di Masjid Undip Pleburan Semarang.
