Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Tahun 2025 di Pendopo Ageng GPH Joyokusumo, Kampus ISI Surakarta, Rabu (15/10/2025). (Foto: Dok. solotrust.com/Shintia Maharani)
SOLO, solotrust.com - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Tahun 2025 di Pendopo Ageng GPH Joyokusumo, Kampus ISI Surakarta, Rabu (15/10/2025). Acara berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri Rektor ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn, jajaran senat, para guru besar, dosen, serta orangtua dan wali dari 578 wisudawan yang secara resmi dilantik.
Wisuda ini menjadi momen bersejarah bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademik. Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk pengukuhan dan penyerahan ijazah resmi, menandai berakhirnya masa studi dan awal dari perjalanan baru dalam dunia profesional maupun akademik.
Prosesi dimulai dengan iring-iringan senat dan rektor, dilanjutkan pembukaan sidang senat terbuka, pembacaan surat keputusan kelulusan, pidato rektor, pengukuhan wisudawan, serta ditutup dengan penyerahan ijazah. Seluruh rangkaian berlangsung khidmat dengan nuansa budaya Jawa kental, diiringi gamelan dan tarian sesaji sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal.
Dalam sambutannya, Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn, mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menuntaskan perjalanan akademiknya dan berhak menyandang gelar Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, maupun Doktor.
“Hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan ketekunan kalian. Momentum ini tidak sekadar menjadi akhir dari sebuah perjalanan, tetapi juga gerbang awal menuju babak baru kehidupan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bondet Wrahatnala menyampaikan wisuda kali ini bukan hanya sebagai perayaan keberhasilan akademik, namun juga titik tolak bagi para seniman muda dan pelaku budaya untuk menapaki dunia yang penuh peluang dan tantangan baru.
Menurutnya, lulusan ISI Surakarta bukan hanya membawa pengetahuan dan keterampilan seni, namun juga amanah besar untuk menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat. Dalam hal ini sebagai penjaga nilai-nilai budaya bangsa yang terus menghidupkan warisan tradisional, sekaligus pioner dalam menggabungkan kreativitas seni dengan kemajuan teknologi digital.
“Di era modern yang serba digital ini, teknologi informasi membuka ruang baru bagi seniman untuk berinovasi dan mengekspresikan ide secara luas. Dunia maya kini menjadi panggung global tempat karya-karya kalian dapat dikenal dan menginspirasi banyak orang. Gunakanlah kesempatan ini untuk memperluas jangkauan karya kalian, membangun jejaring, dan memberi dampak positif melalui seni,” tutur Bondet Wrahatnala.
Namun, kata rektor lebih lanjut, di balik kemajuan teknologi, tanggung jawab untuk melestarikan seni tradisi tetap melekat pada diri para alumni. Lulusan ISI Surakarta, perlu memadukan kearifan lokal dengan pemikiran global agar tradisi tetap hidup dan terus berkembang sesuai zaman.
“Selain berkiprah di dunia profesional, kalian juga memiliki peluang besar untuk membangun ruang kreatif sendiri, seperti sanggar seni atau studio independen yang dapat menjadi tempat berproses, berkolaborasi, dan mengabdi bagi masyarakat melalui seni,” ujarnya.
Bondet Wrahatnala pun mengajak para alumni ISI Surakarta untuk berperan sebagai pelestari keindahan, pembawa inspirasi, dan penyebar nilai-nilai kemanusiaan melalui karya.
Berbekal semangat itu, ISI Surakarta berharap seluruh lulusan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui karya seni berkarakter, berdaya saing, dan berbudaya.
*) Reporter: Zulaikhah Nur Istiqomah/Shintia Maharani
