Salah satu penjual daging ayam di pasar tradisional Boyolali tengah melayani pelanggan, Minggu (14/12/2025). Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga daging ayam di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengalami kenaikan tajam

BOYOLALI, solotrust.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga daging ayam di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengalami kenaikan tajam sejak beberapa hari terakhir. Kenaikan harga ini dipicu terbatasnya pasokan daging ayam dari para peternak sehingga pedagang terpaksa mengurangi stok penjualan harian.
 
Pantauan solotrust.com di pasar tradisional Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu (14/12/2025), harga daging ayam sebelumnya berada di kisaran Rp32 ribu hingga Rp34 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp38 ribu per kilogram.
 
Para pedagang daging ayam mengaku kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Terbatasnya pasokan dari peternak menjadi penyebab utama, menyusul banyaknya peternak mengalami kerugian akibat cuaca buruk yang berdampak pada produksi ternak ayam.
 
Selain harga naik, jumlah pasokan daging ayam juga mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual empat hingga lima kwintal daging ayam per hari, kini hanya dua kwintal per hari.
 
Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Donohudan, Karni, mengatakan keterbatasan stok membuat pedagang tak bisa memenuhi permintaan pasar secara maksimal.
 
“Pasokan dari peternak berkurang, jadi stok juga ikut menurun. Harga otomatis naik,” ucapnya.
 
Kenaikan harga daging ayam ini juga dikeluhkan para pembeli. Bayu, salah seorang pembeli, mengatakan setiap menjelang akhir tahun harga daging ayam hampir selalu mengalami kenaikan signifikan.
 
“Setiap mau Natal dan Tahun Baru pasti naik. Sekarang harganya sudah terasa mahal,” keluhnya.
 
Bayu berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga daging ayam di pasaran, sehingga pedagang kecil tetap bisa bertahan dan daya beli masyarakat tak semakin menurun.
 
Harga daging ayam diperkirakan masih berpotensi kembali naik seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Nataru. Sementara stok daging ayam dari peternak hingga kini masih terbatas. (jaka)