Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ketika penutupan Rakernas IV PDI Perjuangan, di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (01/10/2023).

SEMARANG, solotrust.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti kinerja memuaskan telah dicapai Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam upaya penanganan stunting. 
 
Megawati menyebut program pengentasan stunting dikerjakan Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryati Rahayu cukup sukses. Pernyataan itu diungkapkan pada penutupan Rakernas IV PDI Perjuangan di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (01/10/2023).
 
Keberhasilan penanganan stunting di Kota Semarang membuat Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menjadi salah satu pimpinan daerah banyak dibicarakan publik, termasuk ketua umum PDIP.
 
Inovasi-inovasi di Kota Semarang membuat angka stunting turun signifikan dari 21,3% (2021) menjadi 10,4% (2022). Tercatat hingga Juni 2023, masih ada 1.270 kasus stunting. Pada 2023, pemerintah Kota Semarang mengalokasikan anggaran cukup besar untuk penurunan stunting, yakni sekira Rp107 miliar dalam satu tahun anggaran.
 
Anggaran ini terbagi di sejumlah dinas sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing. Misalnya, Dinas Kesehatan mengintervensi kesehatan anak dan ibu hamil, Disdalduk memenuhi kebutuhan pemberian makanan tambahan, Disperkim memiliki kewenangan sanitasi, dan dinas terkait lainnya.
 
Tak hanya angka stunting, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) juga menjadi perhatian pemerintah Kota Semarang.
 
Data Dinas Kesehatan, pada Januari 2023, ibu hamil KEK sebanyak 1.118 kasus. Angka ini turun menjadi 990 kasus pada Februari. Pada Maret, jumlah kasus juga mengalami penurunan menjadi 784. 
 
Pada April, ibu hamil KEK tercatat sebanyak 648 kasus. Selanjutnya pada Mei ada 632 kasus dengan rincian 491 kasus lama dan 141 kasus baru. 
 
Pada Juni 2023, ibu hamil KEK justru mengalami kenaikan menjadi 635 kasus dengan rincian 531 kasus lama dan 104 kasus baru. 
 
Mbak Ita beberapa kali menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan satu atau dua dinas saja, namun harus melibatkan dinas-dinas lintas sektor. Dengan begitu, pihaknya dapat memberantas akar penyebab stunting dari berbagai faktor.
 
Karenanya, menjadi kewajiban seluruh pihak untuk memerhatikan tumbuh kembang anak, mulai sejak dalam kandungan, bayi hingga mereka memasuki masa emas. 
 
Mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi pencegahan stunting, berdasarkan Peraturan Presiden No 79 Tahun 2021 tentang Percepatan  Penuruanan Stunting, pemerintah Kota Semarang telah melaksanakan delapan aksi konvergensi yang akan memperkuat efektivitas intervensi, mulai dari  perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.
 
Sebelumnya, Megawati yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset Inovasi Nasional meminta kadernya untuk meniru kinerja cepat Mbak Ita. 
 
"Semuanya harus dibuat supaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. Kemiskinan ekstrem berkurang hingga nol persen. Lihat Tiongkok 1,7 miliar (jumlah penduduk-red) bisa menyatakan dengan bangganya, kemiskinan sudah nol persen hingga tingkat desa," katanya. 
 
Menurut Megawati, semua program harus berjalan optimal demi peningkatan hidup manusia dan kemiskinan ekstrem berkurang hingga nol persen. (fjr)